Kondisi sejumlah fasilitas publik berupa halte di Kabupaten Kuningan kian memprihatinkan. Meski berfungsi sebagai tempat pemberhentian transportasi umum, deretan halte tersebut kini tampak rusak, berkarat, dan terbengkalai di beberapa titik.
Pantauan detikJabar di halte Kecamatan Kramatmulya, tepatnya di depan kantor Dinas Sosial Kuningan, terlihat bangunan penuh coretan vandalisme di setiap sudutnya. Pemandangan ini memberikan kesan kumuh yang kental. Tak hanya itu, kursi tunggu halte pun tampak miring, rusak, dan dimakan karat.
Selain di Kramatmulya, kondisi serupa ditemukan di halte Jalan Siliwangi, depan Pendopo Bupati Kuningan. Bahkan di Jalan Raya Jalaksana, kursi halte terpantau sudah hilang. Kondisi ini dikeluhkan oleh salah satu warga, Alifa (25).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai pengguna setia transportasi umum, Alifa memaparkan bahwa kondisi halte di Kuningan memang cukup memprihatinkan. Maraknya vandalisme dan kerusakan kursi membuat fasilitas tersebut tidak nyaman digunakan. Tak jarang, halte justru beralih fungsi menjadi tempat parkir kendaraan pribadi, yang membuat calon penumpang enggan menunggu di sana.
"Haltenya nggak pernah ada yang bagus sekarang, banyak halte halte malah nggak digunakan sebagaimana mestinya halte. Orang lebih nyaman nunggu transportasi umum di pinggir jalan biasa. Karena banyak halte yang lumayan terlihat menyeramkan dan depan halte banyak yang dipakai parkir mobil. Kaya di depan Surya Kuningan," tutur Alifa, Sabtu (29/8/2026).
Kondisi Halte di Kuningan yang rusak dan penuh coretan vandalisme Foto: Fahmi Labibinajib |
Senada dengan Alifa, warga lainnya, Ramadon, juga mengeluhkan pemandangan halte yang penuh coretan. Menurutnya, sebagai fasilitas umum, kerusakan tersebut sangat mengganggu kenyamanan dan estetika kota. Ia berharap pemerintah segera membenahi halte-halte yang terbengkalai tersebut.
Merespons hal ini, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan, Mochamad Nurdijanto, membenarkan adanya kerusakan di beberapa titik halte. Ia menyebut kerusakan tersebut dipicu faktor usia, aksi pencurian kursi tunggu, hingga tindakan vandalisme oleh oknum tak bertanggung jawab.
"Perihal kerusakan beberapa halte diakui bahwa penyebab utamanya adalah karena faktor usia, hilangnya kursi tunggu akibat pencurian dan tindakan vandalisme yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab," tutur Nurdijanto.
Meski koordinasi lintas sektor telah dilakukan, Nurdijanto mengaku pihaknya belum bisa melakukan perbaikan dalam waktu dekat lantaran adanya keterbatasan anggaran.
"Perihal Halte yang tersebar di beberapa titik dalam kondisi rusak dan berkarat saat ini, masih menunggu anggaran perbaikan dan pemeliharaan. Upaya komunikasi dan koordinasi lintas sektor sudah dilaksanakan, namun tentunya kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam alokasi anggaran masih terdapat kebutuhan yang bersifat prioritas dalam rangka pemenuhan pelayanan bagi masyarakat," pungkas Nurdijanto.

