Farhan Ungkap Kendala Uji Coba Mesin Sampah Hibah Pemprov Jabar

Farhan Ungkap Kendala Uji Coba Mesin Sampah Hibah Pemprov Jabar

Rifat Alhamidi - detikJabar
Jumat, 28 Agu 2026 15:30 WIB
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar).
Bandung -

Kota Bandung dikabarkan akan mendapat hibah mesin pengolah sampah dari Pemprov Jawa Barat (Jabar). Jumlahnya saat itu ditargetkan mencapai 151 unit untuk menutupi kebutuhan satu mesin di tiap kelurahan.

Namun, setelah wacana tersebut bergulir, penerapannya ternyata masih menemui kendala di lapangan. Dari target pengadaan 151 unit mesin, baru satu kelurahan yang saat ini menjalankan tahap uji coba.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, mesin tersebut saat ini baru diuji coba di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul. Alat tersebut berfungsi mengolah sampah menjadi arang briket dengan proyeksi kapasitas 3 ton per hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Baru satu yang dicoba. Karena gini, mesin sampah itu tidak seperti kita beli alat elektronik, datang ke rumah, colok, langsung hidup. Karena ini adalah sebuah mesin industri, sekecil apa pun, cobaan dulu, pasang dulu, konstruksinya benar apa enggak, pengelolaan polusi udaranya sudah baik apa enggak. Makanya itu masih dalam tahap percobaan, kapasitas full-nya 3 ton," kata Farhan di Balai Kota Bandung, Jumat (28/8/2026).

Pemkot Bandung sendiri sudah menyiapkan 20 titik untuk uji coba mesin pengolah sampah hibah dari Pemprov Jabar. Namun, dari hasil uji satu alat, Farhan menyatakan hasilnya belum konsisten sesuai harapan.

"Sudah ada hasil tapi belum konsisten, maka akan ditingkatkan terus konsistensinya. Kelihatannya masih lumayan optimis, cuma memang kita mesti bicara masalah apakah konsumsi listriknya efisien," ungkapnya.

"Kan kadang-kadang kita suka lupa ngitung itu ya. Berapa banyak jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan, berapa besar kalau misalkan kita mau jual jasa pengelolaan sampah itu kepada masyarakat, masyarakat itu mesti bayarnya berapa, ataukah bisa nanti ditanggung, disubsidi oleh pemerintah atau enggak. Itu masih kita hitung, jadi masih eksperimen sekarang," tambahnya.

Berdasarkan informasi yang Farhan terima, uji coba mesin tersebut ditargetkan rampung pada Oktober 2026. Jika hasil uji coba sesuai harapan, mesin tersebut akan diduplikasi di 20 titik di Kota Bandung.

"Kalau dari teman-teman yang di lapangan mah janjinya bulan Oktober sudah ketahuan hasilnya. Jadi kalau Oktober sudah ketahuan hasilnya dan ternyata efisien, kita bisa laksanakan. Langsung duplikasi di 20 dulu. Dari 20, 20 jalan semuanya, baru kita tambah secara bertahap sampai 151, satu di setiap kelurahan," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: 'Revolusi Pengelolaan Sampah' ala Walkot Solo Respati Ardi"
[Gambas:Video 20detik] (ral/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads