Langkah Pertama Jika Menemukan Ular di Rumah, Dilarang Tabur Garam!

Langkah Pertama Jika Menemukan Ular di Rumah, Dilarang Tabur Garam!

Yudha Maulana - detikJabar
Jumat, 28 Agu 2026 21:00 WIB
Ular berbisa menyelinap dan terdiam di sudut kamar mandi (toilet) rumah warga di Ciracas, Jakarta Timur (Jaktim). Ular tersebut lalu ditangkap petugas damkar. (dok Damkar Ciracas)
Ular berbisa menyelinap dan terdiam di sudut kamar mandi (toilet) rumah warga di Ciracas, Jakarta Timur (Jaktim) (dok Damkar Ciracas)
Bandung -

Kehadiran ular di area pemukiman sering kali meningkat, terutama saat musim hujan atau banjir ketika sarang, saluran air, dan lubang tempat tinggal mereka terendam. Selain faktor perubahan cuaca tersebut, ular juga kerap masuk ke dalam rumah untuk mengejar mangsa utama mereka, seperti tikus atau hewan pengerat lainnya. Menemukan ular di dalam rumah tentu merupakan pengalaman yang sangat mengejutkan bagi siapa saja. Namun, sebelum Anda bertindak gegabah, ketahuilah bahwa ada panduan keselamatan pertama yang harus segera dilakukan demi mengamankan seluruh penghuni rumah.

Langkah 1: Tarik Napas Dalam-Dalam dan Tetap Tenang

Reaksi pertama yang paling umum saat melihat ular adalah berteriak atau lari ketakutan. Namun, berteriak atau bergerak secara panik justru sangat berbahaya. Meskipun ular tidak memiliki telinga untuk mendengar suara secara langsung, mereka sangat sensitif dalam mendeteksi getaran dan suhu panas tubuh manusia. Kepanikan Anda dapat mengejutkan ular dan membuatnya merasa terancam. Akibatnya, ular bisa langsung melarikan diri ke area yang sulit dijangkau, seperti kolong dresser atau di belakang furnitur lainnya, sehingga mempersulit proses evakuasi nantinya.

Langkah 2: Segera Amankan Anak-Anak dan Hewan Peliharaan

Jika di dalam rumah Anda terdapat anak-anak kecil atau hewan peliharaan, segera jauhkan mereka dari area sekitar ular. Anak-anak dan hewan peliharaan sering kali sulit mengontrol gerakan mereka dan cenderung bergerak sangat aktif. Gerakan yang tiba-tiba atau langkah yang tidak sengaja mendekati ular dapat memprovokasi hewan reptil tersebut untuk menyerang atau menggigit demi mempertahankan diri. Oleh karena itu, pastikan mereka berada di ruangan yang berbeda dan aman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah 3: Jaga Jarak Aman dan Isolasi Ular di Satu Ruangan

Saat memantau ular, pastikan Anda tetap menjaga jarak aman minimal beberapa kaki dari posisi ular tersebut berada. Ular dapat bergerak dengan sangat cepat dan menyerang tanpa peringatan jika mereka merasa terancam.

Untuk membatasi pergerakannya, lakukan isolasi ruangan dengan cara berikut:

ADVERTISEMENT
  • Tutup semua pintu dan jendela rapat-rapat agar ular tidak menyebar ke ruangan lain.
  • Sumbat celah di bawah pintu menggunakan kain tebal atau handuk agar ular benar-benar terisolasi di dalam satu ruangan.
  • Gunakan ember atau bak besar: Jika ular berada di lantai terbuka dan memungkinkan, Anda bisa menutupinya menggunakan ember atau bak besar, lalu beri ganjalan berat di bagian atasnya agar ular tidak bisa mendorong ember tersebut untuk keluar.
  • Cara membiarkan ular keluar sendiri: Jika ular berada di dalam kamar dan Anda ingin dia keluar sendiri, semprotkan pengharum ruangan beraroma menyengat ke dalam kamar karena ular sangat tidak menyukai wewangian yang tajam. Sisakan sedikit celah pintu atau jendela yang mengarah ke luar rumah agar ular bisa pergi mencari udara segar [12].

Langkah 4: Amati Gerakan Ular dan Hindari Menyerangnya

Sembari menjaga jarak aman, amatilah bahasa tubuh dan pergerakan ular tersebut. Perhatikan apakah ular tersebut bersikap pasif (hanya diam atau meregangkan tubuhnya) atau bersikap defensif (melingkar dengan mulut terbuka lebar atau menjulurkan lidahnya). Mengamati perilaku ini membantu Anda mengantisipasi reaksi ular selanjutnya.

Sangat penting untuk tidak menyerang ular tersebut. Menyerang ular menggunakan sapu, kayu, atau benda tajam lainnya sangat berisiko tinggi. Jika serangan Anda meleset, ular akan merasa sangat terancam dan akan langsung menyerang balik atau kabur bersembunyi. Selain itu, menghindari pembunuhan ular juga penting karena ular merupakan bagian dari ekosistem lokal yang berharga.

Langkah 5: Hubungi Ahli Satwa atau Tim Penyelamat Profesional

Jangan pernah mencoba menangani atau menangkap ular sendirian jika Anda tidak memiliki keahlian khusus. Segera hubungi tim penyelamat satwa profesional atau dinas pemadam kebakaran setempat dengan mengontak nomor layanan darurat damkar 113.

Panduan Penting Pencegahan dan Pertolongan Pertama (Wajib Tahu!)

1. Mitos Tabur Garam vs Keset Ijuk untuk Mencegah Ular

Banyak masyarakat percaya bahwa menaburkan garam dapur di sekeliling rumah efektif untuk mencegah masuknya ular. Faktanya, garam sama sekali tidak efektif untuk mengusir ular. Ular memiliki kulit yang bersisik, bukan berlendir, sehingga mereka tidak takut pada garam dan bahkan terkadang bisa melewatinya begitu saja. Mitos ini awalnya berkembang karena garam hanya digunakan sebagai mediator doa oleh orang zaman dulu.

Cara pencegahan yang jauh lebih efektif adalah:

  • Pasang keset ijuk di depan pintu masuk rumah, karena serat ijuk yang tajam sangat tidak disukai oleh kulit ular.
  • Pangkas rumput tinggi dan tanaman merambat yang menempel ke rumah secara berkala.
  • Basmi tikus dan jaga kebersihan: Bersihkan tumpukan sampah di sekitar rumah. Tikus adalah makanan utama ular, sehingga jika masalah tikus di rumah Anda teratasi, ular dengan sendirinya tidak akan tertarik untuk datang karena tidak ada sumber makanan.

2. Langkah Darurat Pertolongan Pertama jika Tergigit Ular

Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gigitan ular, lakukan langkah-langkah darurat berikut ini sesegera mungkin:

  • Tetap tenang dan jangan panik: Kepanikan akan membuat detak jantung meningkat, yang justru mempercepat aliran darah dan penyebaran bisa ular ke seluruh tubuh. Korban harus duduk dengan tenang dan meminimalkan gerakan tubuhnya.
  • Gunakan perban kompresi: Balut area di atas luka gigitan menggunakan perban kompresi (balut ke arah atas sejauh mungkin) tanpa menutup bagian luka gigitan itu sendiri untuk menghambat laju bisa.
  • JANGAN PERNAH mengisap bisa dengan mulut: Tindakan mengisap bisa ular dengan mulut sangat berbahaya. Bisa ular (seperti neurotoxin atau haemotoxin) dapat menyebar dengan sangat cepat ke tubuh orang yang mengisapnya melalui luka kecil atau gusi berdarah di dalam mulut, yang letaknya sangat dekat dengan otak.
  • Ingat ciri fisik ular: Ingat baik-baik bentuk dan warna ular yang menggigit untuk diinformasikan kepada dokter.
  • Segera pergi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis dan pemberian serum anti-bisa ular yang tepat.
(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads