Amukan si jago merah melanda permukiman padat di Kampung Rahayu, Kelurahan Sukahurip, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Kamis (27/8/2026) siang. Insiden ini mengakibatkan dua rumah milik Endeng Syarif (72) dan Hafid (60) ludes tak bersisa.
Menurut keterangan saksi mata, Dzikri Badruzaman, api mulai terlihat sekitar pukul 11.00 WIB. Saat kejadian, Endeng tengah berada di dalam rumah dalam kondisi sakit, sementara keluarga Hafid sedang menghadiri pengajian di Masjid Agung.
"Dua rumah warga yang terbakar. Yang satu keluarga lagi pengajian di Masjid Agung Tasikmalaya, yang satu lagi sakit, jadi warga panik karena harus menyelamatkan warga yang sakit itu," kata Dzikri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beruntung, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) segera tiba di lokasi sehingga api tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
"Pas Damkar datang kondisi api sudah besar, jadi mutus perambatan api. Kalau nggak diputus apinya mungkin akan merembet ke yang lainnya karena ada 4 rumah yang berdempetan," kata Dzikri.
Dzikri menambahkan, selain bangunan rumah, harta benda milik korban juga tidak terselamatkan. "Rumah Pak Endeng dan Pak Haji Hafid habis, bahkan ada padi yang baru dipanen juga hangus," imbuh Dzikri.
Kepala BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan musibah tersebut pada pukul 11.30 WIB. Dua unit mobil Damkar dan satu mobil suplai air diterjunkan untuk menjinakkan api.
"Sekarang sedang proses pendinginan, ada dua rumah yang terdampak," kata Budi.
Budi memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah mengingat kondisi rumah yang rusak berat.
"Tak ada korban, tapi memang kerusakan akibat kebakaran parah, rumah sudah tak bisa dihuni lagi," kata Budi.
Di sisi lain, Kapolsek Tamansari, AKP Nuraeni, menyebutkan bahwa berdasarkan penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu oleh hubungan arus pendek listrik.
"Dugaan sementara akibat korsleting listrik. Dua unit rumah yang terbakar, karena posisinya padat penduduk. Tapi alhamdulilah api sudah dipadamkan oleh Damkar," kata Nuraeni.
Saat ini, para korban terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena tempat tinggal mereka sudah rata dengan tanah.
"Yang terdampak dua keluarga, yang satu tinggal seorang diri, yang satu lagi sekeluarga," kata Nuraeni.
