Horor Death Valley, Turis Tewas 'Terpanggang' Suhu Panas

Kabar Internasional

Horor Death Valley, Turis Tewas 'Terpanggang' Suhu Panas

Muhammad Lugas Pribady - detikJabar
Rabu, 26 Agu 2026 21:30 WIB
DEATH VALLEY NATIONAL PARK, CA JULY 14:  Heat waves rise near a heat danger warning sign on the eve of the AdventurCORPS Badwater 135 ultra-marathon race on July 14, 2013 in Death Valley National Park, California. Billed as the toughest footrace in the world, the 36th annual Badwater 135 starts at Badwater Basin in Death Valley, 280 feet below sea level, where athletes begin a 135-mile non-stop run over three mountain ranges in extreme mid-summer desert heat to finish at 8,350-foot near Mount Whitney for a total cumulative vertical ascent of 13,000 feet. July 10 marked the 100-year anniversary of the all-time hottest world record temperature of 134 degrees, set in Death Valley where the average high in July is 116. A total of 96 competitors from 22 nations are attempting the run which equals about five back-to-back marathons. Previous winners have completed all 135 miles in slightly less than 24 hours.  (Photo by David McNew/Getty Images)
Ilustrasi Death Valley (Foto: Getty Images/David McNew)
Jakarta -

Liburan turis asal Prancis, Pierre Michel Formosa, berakhir tragis di Taman Nasional Death Valley, California, Amerika Serikat. Ia meninggal setelah kendaraan yang ditumpanginya bersama seorang rekannya terjebak lumpur di tengah cuaca ekstrem.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin pekan lalu. Menurut National Park Service (NPS), sebagaimana dilansir dari detikTravel, kendaraan Formosa dan rekannya terjebak di dekat Queen of Sheba Mine Road.

Tidak ada kendaraan lain di sekitar lokasi. Keduanya kemudian memutuskan meninggalkan kendaraan dan berjalan melintasi dataran garam menuju Badwater Road untuk mencari bantuan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keputusan tersebut dilakukan ketika suhu di Death Valley mencapai sekitar 116 derajat Fahrenheit atau 47 derajat Celsius.

ADVERTISEMENT

Perjalanan berlangsung berat. Setelah berjalan sekitar 1,3 mil atau 2,1 kilometer, Formosa tidak lagi mampu melanjutkan perjalanan dan berhenti.

Sementara itu, rekannya terus berjalan hingga akhirnya mencapai jalan raya. Sekitar pukul 14.00 waktu setempat, ia berhasil menghentikan pengendara yang melintas dan meminta bantuan.

Petugas taman kemudian melakukan pencarian dengan bantuan helikopter California Highway Patrol.

Beberapa waktu kemudian, jasad Formosa ditemukan pada sore hari. Lokasinya berada sekitar 1,5 mil atau 2,4 kilometer dari Badwater Road.

Pengelola Taman Nasional Death Valley, Mike Reynolds, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Formosa. Ia sekaligus mengingatkan wisatawan agar tidak meremehkan kondisi ekstrem di kawasan tersebut.

"Ini merupakan pengingat yang menyedihkan tentang betapa cepatnya kondisi di sini dapat berubah menjadi berbahaya," ujar Reynolds.

Suhu Death Valley Hampir 48 Derajat Celsius

Kematian Formosa terjadi ketika Death Valley sedang menghadapi gelombang panas ekstrem. National Weather Service mengeluarkan peringatan karena suhu diperkirakan bertahan di kisaran 115-118 derajat Fahrenheit atau sekitar 46-48 derajat Celsius.

Bahkan, suhu diperkirakan mencapai 119 derajat Fahrenheit atau sekitar 48 derajat Celsius pada Rabu.

Dengan kondisi seperti itu, perjalanan berjalan kaki di kawasan terpencil Death Valley dapat berubah menjadi situasi yang mengancam nyawa dalam waktu singkat.

National Park Service mengimbau wisatawan untuk tetap berada di jalan beraspal ketika cuaca ekstrem. Pengunjung juga diminta membawa persediaan air yang cukup serta telepon satelit atau alat pemancar sinyal darurat.

"Death Valley adalah tempat yang luar biasa, namun suhu panas, jarak yang jauh, dan lokasinya yang terpencil bisa menjadi berbahaya, terlepas dari seberapa besar pengalaman seseorang. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pencarian ini, dan doa kami menyertai orang-orang terkasihnya," tutup Reynolds.


Artikel ini sudah tayang di detikTravel, selengkapnya di sini



(upd/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads