Wanita 60 Tahun Ini Menikah dengan Muridnya yang Berusia 26 Tahun

Wanita 60 Tahun Ini Menikah dengan Muridnya yang Berusia 26 Tahun

Tim Wolipop - detikJabar
Rabu, 26 Agu 2026 07:00 WIB
Pasangan Beda Usia, Guru dan Murid
Pasangan Beda Usia, Guru dan Murid (Foto: Dok. TV Asahi)
Bandung -

Kisah cinta tak selalu datang ketika seseorang sedang mencarinya. Hal itu pula yang dialami seorang penari tradisional Jepang berusia 60 tahun dari Prefektur Ibaraki. Setelah lebih dari dua dekade menjalani kehidupan tanpa pasangan, ia justru menemukan tambatan hati pada seorang pria yang usianya terpaut 34 tahun.

Pria tersebut bukan orang asing. Ia merupakan murid yang baru bergabung dengan rombongan teater tempat sang wanita mengajar. Usianya baru 26 tahun dan sehari-hari bekerja sebagai karyawan kantoran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir Wolipop, cerita pasangan yang merahasiakan identitas tersebut terungkap ketika mereka hadir dalam acara bincang-bincang Jepang, Welcome, Newlyweds. Keduanya datang bersama dan memperlihatkan wajah mereka kepada publik, tetapi memilih tidak mengungkap nama maupun identitas pribadi.

Sang wanita diketahui telah mempelajari tari tradisional Jepang sejak masih kecil. Kemampuan tersebut kemudian membawanya menjadi pengajar di Tsubaki, sebuah rombongan taishu engeki lokal.

ADVERTISEMENT

Taishu engeki merupakan bentuk teater populer Jepang yang biasanya dibawakan rombongan keliling. Pertunjukannya memadukan drama, komedi, musik, serta tarian dan kerap digelar di kota-kota pemandian air panas.

Rombongan Tsubaki sendiri memiliki sejarah panjang. Kelompok tersebut didirikan ibu sang wanita sekitar 40 tahun lalu dan pada masa kejayaannya pernah memiliki sekitar 50 anggota yang berkeliling dari satu kota ke kota lainnya.

Di balik kehidupannya sebagai penari dan pengajar, wanita tersebut sebenarnya telah beberapa kali merasakan pahitnya rumah tangga. Ia pernah menikah dan bercerai sebanyak tiga kali. Setelah itu, lebih dari 20 tahun dilaluinya seorang diri.

Dalam kondisi tersebut, ia mengaku sudah menerima kemungkinan untuk menjalani hidup tanpa pasangan. Namun, semuanya berubah ketika seorang pria berusia 26 tahun datang dan bergabung dengan Tsubaki.

Pria itu memang sudah lama menggemari taishu engeki. Ia bahkan menyimpan keinginan untuk terjun langsung ke dunia seni tersebut. Keinginannya sempat terhalang oleh keluarga, sampai akhirnya ia melihat papan nama rombongan Tsubaki dan memutuskan untuk mencoba bergabung.

Pertemuan pertama mereka ternyata terjadi karena peran ibu sang wanita. Sejak saat itu, benih ketertarikan mulai muncul. Sang pria mengaku langsung terpikat oleh kecantikan wanita yang usianya jauh lebih tua darinya tersebut.

Sebaliknya, sang wanita melihat pria itu sebagai sosok yang masih sangat muda, tetapi tampan. Keduanya kemudian bertukar kontak dan menjalani hubungan dalam konteks guru dan murid.

Namun, hubungan itu tidak bertahan lama sebagai hubungan profesional semata. Baru tiga hari setelah pria tersebut bergabung dengan rombongan, sang wanita justru mengambil langkah lebih dahulu.

Ia mengatakan kepada pria tersebut bahwa dirinya masih lajang dan memiliki ketertarikan kepadanya. Kedekatan mereka kemudian semakin kuat ketika keduanya mendapat kesempatan tampil bersama dalam sebuah pertunjukan. Mereka memainkan karakter sepasang kekasih dalam cerita mengenai cinta terlarang.

Di atas panggung, batas antara peran dan perasaan pribadi perlahan menjadi semakin tipis. Sang pria mengaku terpesona ketika melihat wanita tersebut menari. Bahkan, ketika pertama kali menggenggam tangannya, muncul perasaan bahwa ia telah menemukan seseorang yang memang ditakdirkan untuknya.

Hubungan itu akhirnya memasuki tahap yang lebih serius ketika keduanya menghadiri sebuah festival kembang api. Di tengah suasana tersebut, sang pria memberanikan diri mengungkapkan perasaannya.

"Aku akan melindungimu seumur hidupku. Aku akan merawatmu dalam segala hal, bahkan mengganti popokmu suatu hari nanti," ujarnya saat menyatakan cinta.

Meski keduanya sudah yakin dengan hubungan tersebut, perjalanan menuju pernikahan tidak sepenuhnya mulus. Perbedaan usia 34 tahun membuat keluarga sang pria pada awalnya sulit menerima hubungan itu.

Sang wanita bahkan sembilan tahun lebih tua daripada ibu dari pria tersebut. Kondisi itu membuat hubungan mereka sempat mendapat penolakan keras dari keluarga.

Namun, penolakan tersebut perlahan berubah setelah keluarga sang pria mengenal calon istrinya lebih dekat. Mereka akhirnya melihat sosok wanita tersebut bukan hanya dari perbedaan usia, tetapi juga dari kepribadian dan hubungan yang telah dibangun bersama putra mereka.

Restu keluarga pun akhirnya diberikan. Pasangan tersebut kemudian resmi mendaftarkan pernikahan mereka pada Desember 2025.

Kehidupan keluarga mereka setelah menikah juga terbilang unik. Ibu dari sang pria kini justru menganggap menantunya seperti "kakak perempuan yang menenangkan". Sementara itu, adik-adik perempuan sang pria kerap menjadikan wanita tersebut sebagai tempat berkonsultasi mengenai persoalan cinta dan kehidupan.


Artikel ini telah tayang di Wolipop.

(iqk/iqk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads