Cegah Kebakaran, Pengunjung Kawah Putih Dilarang Buang Puntung

Cegah Kebakaran, Pengunjung Kawah Putih Dilarang Buang Puntung

Yuga Hassani - detikJabar
Selasa, 25 Agu 2026 22:30 WIB
Objek wisata Kawah Putih Ciwidey
Objek wisata Kawah Putih Ciwidey (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Udara sejuk menyelimuti dataran tinggi Rancabali, Kabupaten Bandung, tempat Gunung Patuha berdiri kokoh setinggi 2.436 mdpl. Di jantung gunung ini, pesona danau Kawah Putih dengan air hijau keputihannya tetap menjadi magnet wisata utama yang dikelilingi rimbunnya hutan yang masih terjaga keasriannya.

Guna menjaga kelestarian kawasan tersebut dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), langkah preventif kini diperketat. Mengingat maraknya insiden Karhutla di berbagai daerah, petugas kepolisian bersama pihak kehutanan mulai memasang spanduk peringatan di titik-titik strategis, termasuk jalur pendakian menuju spot foto Sunan Ibu yang melintasi hutan lebat.

Kapolresta Bandung, Kombes Aldi Subartono, menegaskan pentingnya kolaborasi antara petugas dan masyarakat dalam menjaga ekosistem ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya pencegahan harus dilakukan sejak dini. Masyarakat dan pengunjung kawasan wisata alam harus bersama-sama menjaga lingkungan, tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api, and segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran," ujar Kombes Aldi Subartono, Selasa (25/8/2026).

ADVERTISEMENT

Aldi menyebutkan bahwa kepedulian kolektif adalah kunci utama mitigasi. Karhutla bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan wisatawan dan mengganggu aktivitas ekonomi warga sekitar. Pemasangan spanduk imbauan ini menjadi langkah nyata untuk menyampaikan pesan waspada secara langsung di lokasi rawan.

"Adanya pemasangan spanduk ini merupakan bagian dari upaya menyampaikan pesan pencegahan secara langsung di lokasi yang memiliki potensi kerawanan," katanya.

Ia juga mengingatkan para pengunjung agar tidak membuang puntung rokok sembarangan atau melakukan pembakaran apa pun yang berisiko merembet ke area hutan.

Petugas saat memberikan sosialisasi di kawasan hutan Gunung Patuha, di Area Sunan Ibu, Kawah PutihPetugas saat memberikan sosialisasi di kawasan hutan Gunung Patuha, di Area Sunan Ibu, Kawah Putih Foto: Yuga Hassani/detikJabar

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menganggap remeh sumber api sekecil apa pun. Kalau melihat adanya asap atau titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sebelum meluas," jelasnya.

Senada dengan kepolisian, Manager Klaster Ciwidey PT Palawi Risorsis, Dudung Suhaeri, memastikan mitigasi di area wisata Kawah Putih berjalan intensif. Selain memasang imbauan, pihaknya juga melakukan pembersihan lahan di sepanjang jalur yang sering dilalui wisatawan guna meminimalisir risiko api.

"Para pengunjung tetap kami imbau supaya tidak membuang puntung sembarangan. Di beberapa sisi di bagian jalan yang langsung berinteraksi dengan pengunjung kita sudah bersihkan, harapannya supaya tidak terlalu dekat dengan area pengunjung begitu," kata Dudung.

Dudung menambahkan, patroli rutin oleh Perhutani dan Polisi Hutan (Polhut) terus dilakukan untuk menyisir area-area rawan. Sejauh ini, kondisi di lapangan dilaporkan masih dalam keadaan aman.

"Alhamdulillah sejauh ini terkendali begitu seperti itu," bebernya.

Langkah antisipasi ini dilakukan berkaca pada pengalaman pahit tahun 2018, saat kawasan Kawah Putih sempat dilalap api akibat kemarau panjang. Petugas kini bekerja ekstra agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

"Betul, tahun 2018 memang Kawah Putih sempat terjadi kebakaran dan alhamdulillah teratasi dan saya juga berharap hari ini tidak terulang seperti tahun sebelumnya begitu," pungkasnya.



(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads