Heboh Isu Penggalian 'Harta Karun' di Perbukitan Cikakak Sukabumi

Heboh Isu Penggalian 'Harta Karun' di Perbukitan Cikakak Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Senin, 24 Agu 2026 14:58 WIB
Penggalian tanah di Cikakak, Sukabumi
Penggalian tanah di Cikakak, Sukabumi (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Sukabumi -

Aktivitas penggalian tanah misterius yang diduga bermotif perburuan harta karun menggegerkan warga di kawasan Perbukitan Batu Ampar, Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi. Aksi tersebut memicu kekhawatiran warga hingga para pegiat budaya Sunda setempat.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, penggalian dilakukan secara sembunyi-sembunyi pada malam hari oleh oknum yang belum teridentifikasi. Lokasi penggalian berada di area perbukitan yang berdekatan dengan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) Gunung Tangkil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merespons laporan mendadak dari masyarakat, Pemangku Paguyuban Padjajaran Anyar, Firman Hidayat, bersama perwakilan pegiat tradisi Lebak Cawene dan Komunitas Saliwang, langsung meninjau lokasi pada Senin (24/8/2026).

"Tadi mendadak ya, ada informasi dari warga setempat katanya ada oknum yang menggali katanya harta karun. Gak tahu dari mana orangnya. Ini kan harus diantisipasi sebagai warga Desa Cikakak, lokasinya di sebelah Gunung Tangkil," ujar Firman saat ditemui di lokasi.

ADVERTISEMENT

Di lapangan, Firman menemukan sedikitnya lima hingga enam titik lubang bekas galian di area perbukitan tersebut.

"Kalau dihitung ada sekitar 5 sampai 6 (titik galian) lah. Informasi dari warga memang dilakukan malam hari," ungkapnya.

Firman mengkhawatirkan aktivitas ilegal ini akan merusak tatanan situs sejarah di wilayah tersebut. Terlebih, kawasan ini sebelumnya sempat viral karena temuan puluhan makam palsu.

"Ini sudah kedua kalinya ya, dulu pernah terjadi pembuatan makam-makam palsu yang 40 (makam) itu yang sudah ditindak. Sekarang banyak juga pembuatan makam yang di luar jangkauan kita, masih banyak," beber Firman.

Seorang warga setempat, Abah Enoh (64), mengungkapkan bahwa para pelaku hanya beraksi dalam waktu singkat. Mereka menggali tanah tanpa menginap di lokasi tersebut.

"Iya katanya semalam, penggalian harta karun katanya. Satu hari aja di sini, enggak bermalam, pulang lagi," tutur Abah Enoh.

Menurut Abah Enoh, lubang-lubang yang digali memiliki kedalaman sekitar setengah meter dan kini sudah ditutup kembali oleh pelaku.

"Ada setengah meteran mah dalamnya. Sekarang sudah ditutup lagi," katanya.

Abah Enoh, yang sudah lama menetap di kawasan itu, mengaku baru pertama kali mendengar isu pencarian harta karun di Perbukitan Batu Ampar. Selama ini, masyarakat mengenal wilayah tersebut sebagai tempat sakral yang sering didatangi peziarah.

"Dari dulu belum pernah dengar (ada harta karun), baru sekarang aja. Emang kata orang tempatnya wingit, banyak ziarahan terus gitu katanya," pungkas Abah Enoh.



(sya/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads