Predikat menara jam tertinggi di dunia hingga saat ini masih kokoh dipegang oleh Makkah Clock Royal Tower di Arab Saudi, bukan di Eropa. Menara yang menjadi bagian inti dari kompleks megah Abraj Al Bait ini menjulang setinggi 601 meter di samping Masjidil Haram.
Kompleks yang terdiri dari tujuh menara ini tidak hanya mencolok karena ketinggiannya, tetapi juga nilai investasinya yang fantastis. Berdasarkan catatan Guinness World Records, proyek ambisius ini menelan biaya sekitar US$16 miliar. Jika dikonversi dengan kurs saat ini di tahun 2026 yang berada di angka Rp17.835 per dolar AS, nilai tersebut setara dengan Rp285 triliun.
Sejak rampung pada 2012, sebagaimana dilansir dari detikProperti, gedung pencakar langit ini berfungsi lebih dari sekadar penanda waktu. Di dalamnya terdapat hotel mewah yang menawarkan pemandangan langsung ke arah Ka'bah. Pembangunannya sendiri merupakan instruksi langsung dari Raja Abdullah dengan visi menciptakan menara jam tertinggi di dunia. Meski sempat menjadi salah satu gedung tertinggi sejagat, posisi tersebut kini telah digeser oleh Burj Khalifa di Dubai dan beberapa gedung pencakar langit lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jam Raksasa dengan Teknologi Presisi
Daya tarik utama bangunan ini terletak pada jam raksasa di puncaknya yang memiliki empat sisi menghadap ke arah berbeda. Dengan diameter mencapai 39 meter di setiap sisinya, jam ini jauh melampaui ukuran Big Ben di London yang hanya berdiameter 7 meter.
Skala komponennya pun luar biasa. Jarum menit memiliki panjang 22 meter, sementara jarum jam mencapai 17 meter, dengan bobot masing-masing jarum sekitar 6 ton. Di puncak tertinggi, bertengger ornamen bulan sabit raksasa seberat 107 ton yang dihiasi mosaik berlapis emas murni.
Secara struktural, menara jam ini memiliki bobot total sekitar 83 ribu ton, dengan kerangka baja saja menghabiskan lebih dari 12 ribu ton.
Baca juga: Tanda-tanda Ada Buaya di Sekitar Anda |
Cahaya yang Menembus Jarak 25 Kilometer
Kemegahan Makkah Clock Royal Tower semakin memukau saat malam tiba. Sebanyak dua juta lampu LED menerangi keempat muka jam, sehingga waktu dapat terlihat jelas dari jarak hingga 25 kilometer.
Dalam proses pembuatannya, Pemerintah Arab Saudi melibatkan tenaga ahli dari Jerman dan Swiss untuk merancang mekanisme jam, sementara pengerjaan konstruksinya dipercayakan kepada Saudi Binladin Group. Kini, dengan tinggi 601 meter, Makkah Clock Royal Tower telah bertransformasi menjadi ikon tak terpisahkan yang mendominasi cakrawala Kota Suci Mekah.
Artikel ini sudah tayang di detikProperti, selengkapnya di sini
