Uluran Tangan Warga Flobamorata NTT untuk Kampung Adat Ciptamulya

Kabupaten Sukabumi

Uluran Tangan Warga Flobamorata NTT untuk Kampung Adat Ciptamulya

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Sabtu, 22 Agu 2026 21:14 WIB
Ikatan Persaudaraan Flobamorata NTT - Pasundan (IPFP) memberikan bantuan moral dan materil terhadap korban terdampak kebakaran di Kampung Adat Ciptamulya, Kab Sukabumi
Ikatan Persaudaraan Flobamorata NTT - Pasundan (IPFP) memberikan bantuan moral dan materil terhadap korban terdampak kebakaran di Kampung Adat Ciptamulya, Kab Sukabumi (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Sukabumi -

Rasa persaudaraan lintas daerah dan budaya ditunjukkan secara nyata oleh Ikatan Persaudaraan Flobamorata NTT - Pasundan (IPFP).

Di tengah kabar duka gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur, komunitas warga NTT ini tetap menyempatkan diri menyambangi dan membantu korban musibah kebakaran di Kasepuhan Ciptamulya, Kabupaten Sukabumi.

Mereka menyalurkan bantuan logistik serta donasi hasil penggalangan dana kepada warga terdampak. Selain meringankan beban materiil, kehadiran IPFP menjadi suntikan moril berharga bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Flobamorata, Metu Holbala, menegaskan bahwa rasa kepedulian tidak boleh dibatasi oleh sekat geografis maupun kondisi duka yang sedang dihadapi bersamaan.

"Ketika saudara kami di NTT sedang menghadapi musibah, kami pun ingin menunjukkan bahwa kepedulian tidak boleh berhenti, karena penderitaan manusia adalah urusan kita bersama," ujar Metu, Sabtu (22/8/2026).

ADVERTISEMENT

"Kehadiran kami di Ciptamulya adalah bukti nyata bahwa jarak dan perbedaan budaya tidak membatasi persaudaraan. Kami ingin saudara-saudara di Pasundan tahu bahwa mereka tidak sendiri melewati duka ini kita saling menguatkan, saling menopang sebagai satu keluarga besar Indonesia," tambahnya.

Keakraban antara kedua komunitas terekam jelas selama kunjungan. Di dalam saung bambu beratap rumbia khas Sunda, perwakilan Flobamorata duduk lesehan bersama para tokoh adat dan warga setempat.

Peleburan budaya tampak menonjol dari atribut yang dikenakan; para anggota komunitas memakai ikat kepala Sunda (iket) yang dipadukan dengan selendang tenun khas NTT.

Mereka juga berfoto bersama sambil membentangkan bendera hitam berlogo lingkaran biru bertuliskan "Ikatan Persaudaraan Flobamorata - Pasundan".

Rombongan turut turun langsung meninjau area bekas kebakaran. Di atas puing-puing bangunan, pondasi batu yang menghitam, serta sisa arang pepohonan yang hangus terbakar, bendera persaudaraan tersebut kembali dibentangkan sebagai simbol komitmen untuk saling menopang di masa pemulihan.

Aksi sosial dan kemanusiaan berbasis adat budaya ini mendapat sambutan hangat dari Ketua Adat Ciptamulya, Abah Hendrik, yang didampingi Jaro Iwan Sirnaresmi. Menurut Abah Hendrik, IPFP hadir bukan semata membawa bantuan fisik, melainkan menjadi jembatan persaudaraan dua entitas budaya.

"Kami masyarakat Ciptamulya sangat menyambut baik dan mendukung hadirnya Ikatan Persaudaraan Flobamorata NTT-Pasundan. Ini bukan hanya soal bantuan, tetapi bagaimana kita membangun persaudaraan. Ketika saudara dari NTT datang dan peduli kepada masyarakat kami di Ciptamulya, tentu kami juga merasa memiliki saudara baru," ujar Abah Hendrik.

Abah Hendrik berharap jalinan silaturahmi ini terus berlanjut lewat berbagai program sosial, budaya, keagamaan, maupun kemasyarakatan. Ia bahkan membuka pintu kolaborasi antara IPFP dengan Paguyuban Prabu yang menaungi 14 Kasepuhan adat.

"Kami juga berharap ke depan IPFP bisa berkolaborasi dengan Paguyuban Prabu yang menaungi 14 Kesepuhan. Saya kira ini akan menjadi sesuatu yang baik. Kita satukan silaturahmi, budaya, dan kegiatan sosial. Tidak perlu melihat dari mana kita berasal, karena ketika sudah hidup berdampingan di sini, kita semua adalah saudara," tuturnya.
Ia menegaskan, kekuatan masyarakat bertumpu pada sikap saling menghormati dan tolong-menolong di tengah keberagaman.

"Mudah-mudahan IPFP semakin besar, semakin bermanfaat, dan semakin dekat dengan masyarakat. Kami dari Ciptamulya siap membuka pintu silaturahmi dan membangun kolaborasi bersama," pungkas Abah Hendrik.

(sya/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads