Peristiwa kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kampung Bojong Kuring, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (21/8/2026).
Sebanyak tiga unit rumah semi permanen ludes dilalap api hingga menyisakan puing-puing bangunan.
Pantauan detikJabar di lokasi, kobaran api terlihat membesar dan melahap lantai dua bangunan rumah kayu panggung yang berdiri persis di tepi kolam empang warga. Kepulan asap hitam pekat membubung tinggi ke udara, memicu kepanikan warga di sekitar perkampungan padat tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat api kian tak terkendali, warga bergotong-royong melakukan upaya pemadaman darurat. Sejumlah warga nekat terjun dan menceburkan diri langsung ke dalam kolam, sementara yang lain menggunakan rakit bambu hingga perahu kano untuk mengambil air.
Rantai estafet ember air pun dibentuk secara spontan, air diserok dari kolam, dioper ke atas dinding pembatas, lalu disiramkan ke kobaran api di bagian atap dan lantai bawah bangunan. Ketegangan sempat memuncak tatkala kerangka atap rumah panggung tersebut tiba-tiba ambruk di tengah amukan api, memicu jeritan histeris dari warga yang menyaksikan kejadian.
Kendati demikian, warga tetap bahu-membahu mengguyurkan air agar api tidak menjalar ke deretan rumah di sekitarnya.
Ketua RW 26, Aal Ardi, menuturkan bahwa dirinya pertama kali menerima kabar musibah tersebut sekitar pukul 16.00 WIB.
"Saya mendapatkan telepon dari tetangga yang rumahnya terbakar. Kronologinya berdasarkan penjelasan pemilik rumah diduga dari listrik, entah korslet atau apa, tapi kami belum bisa pastikan, hanya dugaan saja," ujar Aal Ardi di lokasi kejadian.
Aal menambahkan, kebakaran ini berdampak pada belasan jiwa yang kini kehilangan tempat berteduh.
"Yang terbakar ada 3 rumah, terdiri dari 3 KK dan kurang lebih 15 jiwa. Kerugian ditaksir sekitar Rp 200 juta untuk ketiga rumah itu," sambungnya.
Sementara itu, Komandan Pos (Danpos) Damkar Posko 5 Cibadak, Iyep Yosepa, mengungkapkan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 16.20 WIB saat armadanya masih menangani kebakaran lahan di lokasi lain.
"Waktu itu kami masih penanganan kebakaran alang-alang di Perumahan The Grand Palay, Karangtengah. Kami langsung berkoordinasi dan meminta bantuan unit pemadam dari Posko Parungkuda," jelas Iyep.
Sesampainya di lokasi, petugas terkendala gang sempit yang membuat mobil pemadam tidak bisa menjangkau titik kebakaran. Keberadaan kolam empang di depan rumah yang terbakar dimanfaatkan secara maksimal.
"Lokasi rumah tidak terjangkau oleh mobil unit, sehingga kami menggunakan mesin pompa portabel (alkon). Alhamdulillah di TKP tersedia kolam air, langsung kami sedot untuk proses pemadaman," kata Iyep.
Baca juga: Gempa Tektonik M 2,8 Guncang Kota Sukabumi |
Usai api dipadamkan, kepulan asap tipis masih terlihat menyelimuti puing-puing bangunan yang hangus terbakar.
Warga dan petugas tampak tetap bersiaga melakukan pendinginan guna mengantisipasi munculnya titik api susulan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, dan warga berharap segera ada bantuan dari pemerintah daerah untuk meringankan beban korban.
(sya/yum)
