Hamparan Pasir Muncul di Tengah Aliran Sungai Barito

Kabar Regional

Hamparan Pasir Muncul di Tengah Aliran Sungai Barito

Sigit Pamungkas - detikJabar
Sabtu, 22 Agu 2026 09:00 WIB
Sungai Barito Mengering, Bawah Jembatan Kalahien Bak Gurun Pasir
Sungai Barito Mengering, Bawah Jembatan Kalahien Bak Gurun Pasir (Foto: Istimewa)
Kalimantan -

Hamparan pasir dan daratan muncul di tengah aliran Sungai Barito, yang mendangkal akibat kemarau panjang di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Pemandangan tak biasa itu terlihat di sekitar Jembatan Kalahien di Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Jumat (21/8/2026). Gosong pasir yang terbentuk di tengah sungai membuat aliran sungai terlihat terpecah dan sebagian kawasan menyerupai hamparan pantai.

Warga setempat, Rudi Hermansyah, mengatakan surutnya Sungai Barito terlihat cukup parah sejak awal Agustus. Menurutnya, munculnya daratan di tengah sungai menjadi salah satu tanda bahwa debit air mengalami penurunan signifikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kondisi tersebut tidak hanya mengubah bentang alam sungai, tetapi juga mulai mengganggu aktivitas transportasi air. Sejumlah kapal pengangkut barang dan tongkang dilaporkan kesulitan melintasi bagian sungai yang dangkal," katanya.

ADVERTISEMENT

Kapal yang biasanya mengandalkan Sungai Barito sebagai jalur transportasi harus memperlambat perjalanan, mencari bagian alur yang masih memungkinkan dilalui, bahkan tertahan ketika kedalaman air tidak lagi mencukupi.

"Dampaknya ikut dirasakan pada aktivitas distribusi. Sungai Barito selama ini menjadi salah satu jalur penting bagi pergerakan barang dan kebutuhan masyarakat di wilayah sekitar aliran sungai," tambahnya.

Sungai Barito Mengering, Bawah Jembatan Kalahien Bak Gurun PasirSungai Barito Mengering, Bawah Jembatan Kalahien Bak Gurun Pasir Foto: Istimewa

Jika kondisi surut terus berlanjut, gangguan terhadap transportasi air dikhawatirkan semakin meluas. Pendangkalan juga berpotensi membuat ruang gerak kapal semakin terbatas, terutama bagi armada berukuran besar.

"Fenomena lain munculnya gosong pasir di sekitar Jembatan Kalahien sekaligus menjadi gambaran nyata bagaimana kemarau panjang memengaruhi kondisi sungai di Kalimantan Tengah," pungkasnya.

Bagi masyarakat yang bergantung pada transportasi sungai, surutnya Sungai Barito bukan sekadar perubahan pemandangan. Kondisi tersebut dapat berimbas pada kelancaran mobilitas, distribusi barang hingga aktivitas ekonomi apabila berlangsung dalam waktu panjang.

Artikel ini telah tayang di detikKalimantan. Baca selengkapnya di sini.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads