Dokter Internsip Jadi Ujung Tombak Layanan Medis di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Kamis, 20 Agu 2026 22:30 WIB
Pemkab Sukabumi (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Sebagai kabupaten dengan wilayah terluas di Pulau Jawa, Kabupaten Sukabumi menghadapi tantangan geografis menahun dalam pemerataan akses pelayanan medis. Kehadiran para dokter Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) menjadi instrumen vital daerah untuk menambal defisit serta ketimpangan rasio dokter di tingkat Puskesmas dan fasilitas kesehatan pelosok.

Kesiapan fisik dan mental para dokter muda tersebut dipastikan lewat skrining kesehatan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Sukabumi, menindaklanjuti Surat Edaran Ditjen SDM Kesehatan Kemenkes RI Nomor PG.01.02/F/2297/2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, menegaskan bahwa penempatan dokter internsip bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademis, melainkan penguatan langsung benteng pelayanan primer di akar rumput.

"Keberadaan dokter internsip ini mempermudah masyarakat di berbagai wilayah untuk memperoleh layanan kesehatan dasar secara cepat, tanpa harus menempuh jarak jauh atau menghadapi antrean panjang di fasilitas rujukan sekunder," kata Masykur.

Mengurai Beban Kerja dan Akses Wilayah Terpencil

Luasnya bentang alam Sukabumi kerap membuat distribusi dokter umum definitif terkonsentrasi di wilayah perkotaan atau fasilitas rujukan utama. Akibatnya, Puskesmas di kawasan pesisir selatan dan perbukitan menanggung beban pasien yang tidak sebanding dengan ketersediaan tenaga medis.

Masykur menjelaskan, intervensi dokter internsip membantu mendistribusikan beban pelayanan promotif, preventif, hingga kuratif dasar ke titik-titik yang membutuhkan intervensi intensif.

"Dengan pendekatan langsung yang diperkuat tenaga dokter tambahan, deteksi dini faktor risiko penyakit di tingkat desa bisa berjalan lebih masif. Penanganan pun menjadi jauh lebih cepat dan tepat sasaran sebelum pasien mengalami komplikasi berat," ujarnya.

Selain menjawab disparitas layanan saat ini, Masykur berharap pengalaman bertugas di wilayah dengan tantangan geografis tinggi mampu membentuk ketahanan klinis para dokter muda, sekaligus menarik minat mereka untuk mengabdi jangka panjang di daerah.

"Program internsip adalah wadah pemantapan kompetensi melalui realitas lapangan. Kami berharap kontribusi mereka tidak hanya menopang sistem pelayanan kesehatan hari ini, tetapi juga menjadi fondasi terwujudnya masyarakat Sukabumi yang lebih sehat dan mandiri," tutur Masykur.

Integrasi tenaga PIDI di fasilitas kesehatan lini depan diharapkan terus menjadi jembatan pemerataan layanan medis, sehingga standar penanganan kesehatan di pelosok desa dapat setara dengan wilayah perkotaan.




(iqk/iqk)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork