Lambaian Terakhir Nadif dan Duka Pantai Karangnaya

Round Up

Lambaian Terakhir Nadif dan Duka Pantai Karangnaya

Tim detikJabar - detikJabar
Kamis, 20 Agu 2026 08:30 WIB
Afrileni memperlihatkan Foto Terakhir sang adik Sebelum Hilang di Pantai Karangnaya
Afrileni memperlihatkan Foto Terakhir sang adik Sebelum Hilang di Pantai Karangnaya (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Sukabumi -

Pantai Karangnaya di Cikakak, Sukabumi, mendadak berubah menjadi panggung duka bagi keluarga Ahmad Nadif Fadilah (21). Senin (17/8) lalu, sebelum deburan ombak besar menyeret tubuhnya, pemuda asal Jagakarsa, Jakarta Selatan ini sempat merajut kenangan manis yang kini terasa begitu menyesakkan.

Di bawah langit pesisir, Nadif sempat mengabadikan momen bersama sang istri. Tak ada yang menyangka, sesi foto itu menjadi komunikasi terakhir bagi pasangan yang tengah menanti kelahiran anak kedua mereka tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Afrileni Nauli, kakak kandung korban, menuturkan bagaimana sang adik begitu bersemangat sebelum turun ke air.

"Sebelum berenang dia minta sama istrinya buat difoto dulu. 'Ayo Bun kita foto dulu sebelum berenang, sebelum mandi'. Fotonya sama istrinya, jadi istrinya disuruh menghadap ke batu, ceritanya pegang batu. Nadif yang memfotokan," kenang Afrileni saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (19/8).

ADVERTISEMENT

Suasana hangat itu seketika pecah saat Nadif dan seorang rekannya memutuskan untuk berenang di tepian. Dalam hitungan menit, situasi berubah mencekam. Dari kejauhan, sang istri masih sempat melihat Nadif melambaikan tangan di tengah kepungan ombak. Namun, sebuah kesalahpahaman tragis terjadi; keluarga mengira lambaian itu hanyalah gurauan Nadif yang memang dikenal jenaka.

"Sempat melambaikan tangan, dipikirnya lagi dadah atau bercanda ngeledek, ternyata beneran tenggelam minta tolong. Saat itu belum ada penjaga pantai. Rekannya yang berenang mau menolong tapi tangannya tidak tergapai," ungkap Afrileni dengan nada getir.

Kepergian Nadif meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga, tapi juga bagi warga di lingkungan rumahnya di Jagakarsa. Di mata sang kakak, Nadif adalah pemuda yang memiliki kepedulian sosial luar biasa. Ia tak segan menghabiskan waktunya sebagai sukarelawan ambulans untuk membantu sesama.

"Anaknya sangat baik dan humble ke mana-mana, gampang berbaur sama orang lain. Dulu juga sering bantu-bantu jadi relawan ambulans, dia senang membantu segala sesuatu. Makanya banyak temannya dan waktu kabar ini tersebar, semua langsung ikut mendoakan," tutur Afrileni sambil menahan haru.

Hingga Rabu sore, harapan masih digantungkan pada kerja keras tim SAR gabungan. Personel dari Pos SAR Sukabumi, Polairud Polres Sukabumi, Balawista, hingga potensi SAR lokal terus menyisir setiap jengkal perairan dan bibir Pantai Karangnaya, berpacu dengan waktu untuk menemukan keberadaan Nadif.



(wip/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads