Setiap manusia tidak pernah luput dari dosa dan kesalahan. Namun, sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah mereka yang mau beralih memohon ampunan kepada Allah Azza wa Jalla melalui pertobatan yang tulus (taubatan nasuha).
Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa memerintahkan hamba-Nya untuk beristighfar dan menjanjikan pengampunan yang luas. Dalam sebuah Hadits Qudsi riwayat Muslim, Allah berfirman:
يَا عِبَادِيْ إِنَّكُمْ تُخْطِئُوْنَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ، وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ، فَاسْتَغْفِرُوْنِيْ أَغْفِرْلَكُمْ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wahai hamba-hamba-Ku! Sesungguhnya kalian selalu berbuat kesalahan (dosa) di waktu malam dan siang hari, dan Aku mengampuni dosa-dosa seluruhnya, maka mohonlah ampunan kepada-Ku niscaya Aku mengampuni kalian." (HR. Muslim no. 2577)
Penghulu Istighfar: Doa Terbaik Pengampun Dosa
Di antara banyaknya lafaz permohonan ampun, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan satu doa istighfar yang paling utama, yaitu Sayyidul Istighfar (Penghulu Istighfar). Doa mulia ini beliau ajarkan kepada sahabat Syaddad bin Aus radhiyallahu 'anhu.
Keutamaan utama dari amalan ini sangat dahsyat: barang siapa yang membacanya dengan penuh keyakinan (mupqin), lalu ia meninggal dunia pada hari atau malam tersebut, Allah menjaminnya menjadi penghuni surga.
Lafaz Sayyidul Istighfar: Arab, Latin, dan Terjemahan
Berikut adalah teks lengkap Sayyidul Istighfar beserta tulisan Latin dan artinya (sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari):
Teks Arab
عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَيِّدُ الْاِسْتِغْفارِ أَنْ يَقُوْلَ الْعَبْدُ :
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ ، لَا إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ
Bacaan Latin
ALLAHUMMA ANTA RABBII LÂ ILÂHA ILLÂ ANTA KHALAQTANII WA ANA 'ABDUKA WA ANA 'ALÂ 'AHDIKA WA WA'DIKA MASTATHA'TU A'ÛDZU BIKA MIN SYARRI MÂ SHANA'TU ABÛU LAKA BINI'MATIKA 'ALAYYA WA ABÛU BIDZANBII FAGHFIRLÎ FA INNAHU LÂ YAGHFIRU ADZ-DZUNÛBA ILLÂ ANTA.
Arti / Terjemahan
"Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau."
Keutamaan dan Waktu Terbaik Mengamalkan Sayyidul Istighfar
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan garansi balasan bagi pembaca Sayyidul Istighfar:
مَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوْقِنًا بِهَا ، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِيَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوْقِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ
"Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga." (HR. Bukhari no. 6306)
Kapan Waktu Terbaik Membacanya?
Sesuai petunjuk hadits di atas, waktu paling utama untuk mengamalkan Sayyidul Istighfar adalah:
- Waktu Pagi: Dari terbit fajar (setelah shalat Subuh) hingga matahari tergelincir ke barat (masuk waktu Zhuhur atau waktu zawal). Waktu paling utama atau afdhal adalah dibaca sejak selesai shalat Subuh sampai terbit matahari (bagian dari zikir pagi).
- Waktu Petang: Dibaca setelah shalat Ashar hingga menjelang Maghrib/Isya (bagian dari zikir petang).
Dengan keutamaan yang luar biasa ini, hendaknya setiap muslim merutinkan bacaan Sayyidul Istighfar setiap hari agar senantiasa berada dalam naungan ampunan dan jaminan surga dari Allah Azza wa Jalla.
Wallahu a'lam bish-shawab.
(yum/yum)
