Damkar Kota Sukabumi Evakuasi Ratusan Ular Sepanjang 2026

Damkar Kota Sukabumi Evakuasi Ratusan Ular Sepanjang 2026

Siti Fatimah - detikJabar
Rabu, 19 Agu 2026 23:30 WIB
Ular sanca penuh luka yang dievakuasi petugas Damkar Kota Sukabumi
Ular sanca penuh luka yang dievakuasi petugas Damkar Kota Sukabumi (Foto: Siti Fatimah/detikcom)
Sukabumi -

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Sukabumi mencatat intensitas kegiatan yang cukup tinggi selama periode Januari hingga Juli 2026. Dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun tersebut, petugas di lapangan telah berjibaku menangani ratusan insiden yang mengancam keselamatan warga, baik berupa amukan si jago merah maupun berbagai jenis kondisi darurat yang membutuhkan penanganan khusus.

Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan Kota Sukabumi, Ujang Rustiandi memaparkan, tercatat ada total 42 kejadian kebakaran di berbagai penjuru kota.

Dari data laporan kebakaran, bangunan perumahan tercatat sebagai objek yang paling sering mengalami musibah dengan total 19 kejadian, disusul oleh kategori bangunan atau objek lainnya sebanyak 13 kejadian, kios sebanyak 6 kejadian, lahan gambut sebanyak 3 kejadian, serta satu insiden kebakaran yang melibatkan kendaraan bermotor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami terus berupaya maksimal memberikan pelayanan darurat terbaik bagi masyarakat, mulai dari penanganan musibah kebakaran hingga berbagai evakuasi non-kebakaran yang dilaporkan warga sepanjang tahun 2026 ini," ujar Ujang kepada detikJabar di kantornya, Rabu (19/8/2026).

Lebih lanjut, Ujang merinci bahwa korsleting listrik menjadi musuh utama yang memicu mayoritas kebakaran di wilayahnya. Arus listrik tercatat sebagai penyebab terbanyak dengan akumulasi 22 laporan kejadian.

ADVERTISEMENT

Di samping itu, kelalaian manusia juga menjadi faktor dominan berikutnya yang menyumbang 10 laporan, diikuti oleh berbagai penyebab lain sebanyak 6 laporan, permasalahan terkait tabung gas atau kompor yang tercatat sebanyak 2 laporan, serta cairan bahan bakar yang memicu 1 laporan kebakaran.

"Arus listrik dan kelalaian manusia masih mendominasi faktor pemicu utama kebakaran di Kota Sukabumi, sehingga kewaspadaan masyarakat harus terus ditingkatkan," tambahnya.

Tidak hanya fokus pada pemadaman api, tim penyelamat juga mencatat volume panggilan darurat yang sangat signifikan untuk tindakan evakuasi non-kebakaran, dengan total mencapai 386 penanganan selama 2026. Evakuasi hewan liar menjadi tugas yang paling mendominasi rutinitas harian petugas, di mana penanganan terhadap ular menempati urutan pertama dengan total 130 kasus, diikuti oleh evakuasi sarang tawon yang mencapai 107 kasus.

Selain masalah hewan berbisa, petugas juga kerap dipanggil oleh warga untuk berbagai keperluan penyelamatan lainnya. Tercatat ada 66 kasus penanganan lain-lain serta 40 kasus pada kategori serupa, disusul dengan tindakan evakuasi pelepasan cincin yang terjepit di jari sebanyak 39 kasus.

Dalam data tersebut juga terekam tindakan penyelamatan pada situasi kecelakaan transportasi sebanyak 3 kasus dan penyelamatan pada insiden bangunan runtuh sebanyak 1 kasus.

"Tingginya angka evakuasi, khususnya penanganan ular dan sarang tawon, menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan sekaligus kebutuhan warga terhadap kehadiran petugas rescue di tengah permukiman," pungkasnya.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads