Seberbahaya Apa Gigitan Ular Sanca dan Apakah Hewan Ini Berbisa?

Seberbahaya Apa Gigitan Ular Sanca dan Apakah Hewan Ini Berbisa?

Yudha Maulana - detikJabar
Rabu, 19 Agu 2026 19:00 WIB
Ilustrasi ular piton
ustrasi Ular Piton sanca (Foto: Unsplash/David Clodel)
Bandung -

Pertemuan antara manusia dan ular sanca atau piton kerap kali menjadi sorotan publik. Spesies seperti ular sanca kembang (Malayopython reticulatus), yang merupakan salah satu jenis ular terpanjang di dunia, sangat mudah beradaptasi dan tersebar luas di wilayah Indonesia seperti Jawa, Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi. Karena corak warnanya yang menarik, tidak sedikit masyarakat yang bahkan memilih untuk memeliharanya.

Namun, di balik kepopulerannya, muncul pertanyaan penting: seberapa berbahaya ular ini bagi keselamatan kita, dan apakah mereka memiliki racun atau bisa yang mematikan? Mari simak ulasan medis dan ilmiah berikut ini agar Anda tetap waspada dan tahu cara penanganannya.

Apakah Ular Piton/Sanca Beracun atau Berbisa?

Secara ilmiah, ular piton atau sanca sama sekali tidak beracun (poisonous) maupun berbisa (venomous). Mereka termasuk dalam kelompok ular non-venomous yang tidak memiliki kelenjar bisa maupun taring penyembur racun (fangs).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbeda dengan ular kobra atau viper yang melumpuhkan mangsanya dengan racun, ular sanca adalah tipe ular pembelit (constrictor). Mereka melumpuhkan mangsa dengan cara menggigit, melilitkan tubuh berototnya yang kuat, lalu meremasnya hingga aliran darah atau detak jantung mangsanya terhenti.

Seberbahaya Apa Ular Sanca bagi Manusia?

Meskipun tidak memiliki bisa, ular sanca tetap memiliki potensi bahaya yang mematikan bagi manusia. Tingkat bahaya ular ini sangat dipengaruhi oleh ukuran tubuhnya:

ADVERTISEMENT

Kekuatan Lilitan yang Mematikan: Ular sanca kembang dewasa rata-rata memiliki panjang sekitar 3 hingga 6 meter, bahkan ada yang bisa mencapai hingga 6,95 meter.

Beberapa jenis sanca besar seperti sanca kembang, sanca Burma, sanca India, dan sanca batu Afrika memiliki tubuh yang cukup besar untuk melilit tubuh manusia dewasa. Lilitan yang sangat kuat ini dapat menyebabkan manusia mati lemas karena kehabisan napas.

Kemampuan Rahang yang Luar Biasa: Otot rahang bawah ular sanca kembang sangat fleksibel dan dapat terbuka sangat lebar, bahkan hingga sekitar 10 kali ukuran kepala manusia.

Agresivitas Saat Terancam: Pada dasarnya, ular sanca tidak menjadikan manusia sebagai mangsa utama mereka. Namun, sanca bisa bertindak sangat agresif apabila merasa terancam atau terganggu.

Untuk ular sanca berukuran kecil (di bawah 3 meter atau 10 kaki), mereka umumnya tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk melilit manusia dewasa. Bagi jenis sanca kecil, risiko terbesar yang dihadapi manusia adalah gigitannya.

Bahaya Gigitan Ular Piton (Meski Tanpa Bisa)

Jangan sepelekan gigitan ular piton hanya karena mereka tidak berbisa. Mulut ular piton dipenuhi oleh barisan gigi tajam yang melengkung ke belakang. Sebagai contoh, piton pohon hijau memiliki lebih dari 100 gigi tajam yang dirancang khusus untuk mencengkeram mangsanya.

Gigitan ular sanca dapat menimbulkan luka tusuk yang dalam, robekan kulit, memar, hingga pendarahan yang cukup deras. Terdapat beberapa risiko komplikasi medis serius pasca-gigitan:

  • Infeksi Bakteri: Mulut reptil liar membawa banyak bakteri. Air liur ular yang masuk ke dalam luka tusuk dapat membawa kuman ke dalam aliran darah dan menyebabkan infeksi serius jika tidak dibersihkan dengan benar.
  • Kerusakan Tendon dan Saraf: Gigitan pada area sensitif seperti tangan, jari, atau wajah dapat merusak struktur penting seperti saraf dan tendon, yang berpotensi mengganggu fungsi gerak.
  • Patahan Gigi yang Tertinggal: Gigi sanca yang tajam terkadang dapat patah dan tertinggal di dalam luka tusukan kulit.

Pertolongan Pertama Saat Tergigit Ular Sanca

Jika Anda atau orang terdekat mengalami gigitan ular sanca, lakukan langkah pertolongan pertama yang direkomendasikan secara medis berikut:

  • Menjauh dan Tetap Tenang: Segera amankan diri dari jangkauan ular tersebut dan cobalah untuk tidak panik.
  • Cuci Luka: Basuh luka gigitan secara perlahan menggunakan air mengalir yang bersih dan sabun lembut.
  • Kendalikan Pendarahan: Tekan luka secara lembut dengan kain bersih atau perban untuk menghentikan pendarahan.
  • Lepaskan Perhiasan: Segera lepaskan cincin, gelang, atau pakaian ketat di sekitar area gigitan untuk mengantisipasi terjadinya pembengkakan.

Hal yang Sangat Dilarang (Jangan Dilakukan):

  1. Jangan memotong luka atau mencoba menyedot darah/racun dari luka gigitan.
  2. Jangan mengikat luka dengan kencang (tourniquet) atau menempelkan es secara langsung pada kulit.
  3. Jangan membasuh luka dengan alkohol atau bahan kimia keras karena dapat mengiritasi jaringan kulit yang terbuka.

Kapan Harus Segera Pergi ke Dokter?

Segera cari bantuan medis ke fasilitas kesehatan terdekat pada hari yang sama jika Anda mengalami kondisi berikut:

  • Pendarahan pada luka tidak kunjung berhenti setelah ditekan beberapa menit.
  • Luka gigitan sangat dalam, robek lebar, atau terjadi di area kritis seperti wajah, tangan, kaki, atau dekat persendian.
  • Muncul gejala infeksi seperti pembengkakan hebat, rasa hangat, keluar nanah, demam, atau garis kemerahan di kulit.
  • Anda mengalami mati rasa, lemas, atau kesulitan menggerakkan jari/tangan yang tergigit.
  • Timbul reaksi alergi seperti sesak napas, mengorok (wheezing), atau pembengkakan pada bibir dan wajah.

Cara Aman Menghindari Serangan Ular Sanca

Kunci utama keselamatan saat bertemu ular sanca adalah menghindar dan tidak mengganggunya. Sebagian besar gigitan terjadi karena kesalahan penanganan atau ketika ular merasa terpojok.

Jika Anda harus bekerja atau beraktivitas di area yang menjadi habitat alami mereka (seperti hutan dekat sungai atau rawa), lakukan langkah preventif dengan memakai topi, sepatu bot, serta membawa tongkat.

Selain itu, demi keselamatan, sangat tidak disarankan untuk melingkarkan ular sanca di leher Anda karena refleks erat dari otot pembelitnya dapat berujung fatal jika mereka mendadak terkejut atau merasa terancam.

Apakah Anda memiliki pengalaman atau pertanyaan seputar penanganan ular sanca? Tulis pendapat Anda di kolom komentar!

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads