Nyamannya Angkot Listrik Jurusan Bandara Husein-Terminal Ledeng

Nyamannya Angkot Listrik Jurusan Bandara Husein-Terminal Ledeng

Rifat Alhamidi - detikJabar
Rabu, 19 Agu 2026 15:30 WIB
Angkot listrik untuk jurusan Bandara Husein-Terminal Ledeng
Angkot listrik untuk jurusan Bandara Husein-Terminal Ledeng (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar)
Bandung -

Pemkot Bandung bakal menyiapkan rute angkot baru demi mendukung konektivitas Bandara Husein Sastranegara. Rute tersebut berangkat dari Bandara Husein menuju Terminal Ledeng (sebelumnya ditulis Lembang).

Rutenya pun kini sudah disiapkan Koperasi Angkutan Masyarakat (Kopamas). Dari Bandara Husein, angkot bakal masuk ke Jalan Abdul Rahman Saleh, lalu ke Jalan Pajajaran, Jalan Kapt. Tatanatanegara, dan masuk ke Jalan Dr Djunjunan melalui Jalan LMU Suparmin ke Jalan Sukawana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah dari Jl Dr Djunjunan atau Jalan Pasteur, angkot listrik ini masuk ke aJl Sukamulya, Jl Sukagalih dan Jl Cipedes Tengah. Kemudian rute angkot masuk ke Jl Ir Sutami, Jl Sukahaji, Jl Gegerkalong Hilir dan masuk ke komplek perumahan Pondok Hijau lalu ke Jl Sersan Bajuri dan ke Terminal Ledeng.

detikJabar sempat menjajal langsung sebagian rute angkot listrik lintas Bandara Husein ini. Dengan panjang 4,5 meter dan tinggi 2 meter, angkot buatan PT Mobil Anak Bangsa (MAB) itu terasa begitu nyaman saat melakukan manuver perjalanan.

ADVERTISEMENT

Sebab di sepanjang jalur tersebut, angkot listrik ini banyak melalui jalan-jalan permukiman yang padat. Tak hanya itu, saat melakukan manuver di medan yang menanjak, angkot listrik ini juga bisa melaju dengan mulus tanpa hambatan.

"Angkot listrik ini akan proyeksikan untuk di trayek yang dikelola oleh Kopamas. Kami mau mengenalkan kepada masyarakat Bandung bahwa mobil listrik itu banyak pilihannya," kata Ketua Kopamas Kota Bandung Budi Kurnia, Rabu (19/8/2026).

Angkot listrik rute Bandara Husein-Terminal Ledeng ini masih dalam tahap uji coba. Meski demikian, armada tersebut punya keunggulan menarik dibandingkan dengan angkot konvensional.

Secara operasional, angkot listrik kata Budi lebih rendah dibandingkan dengan angkot konvensional. Pengemudi menurutnya bisa menyimpan biaya hingga 70 persen untuk keperluan operasional sehari-hari.

"Yang pasti biaya operasional kendaraannya oni jauh lebih murah dibanding kendaraan konvensional. Dari biaya operasional juga kami bisa saving sampai dengan 70 persen. Para pengemudi kami kalau mengoperasikan kendaraan yang memakai bensin itu dalam satu hari ekuivalennya setara dengan Rp 180 ribu sampai dengan Rp 200 ribu per kilometer. Sementara kalau memakai kendaraan listrik, charging itu hanya di bawah Rp 50 ribu untuk sehari jalan," tuturnya.

Rencananya, Kopamas membutuhkan 15-20 unit angkot listrik mendukung trayek Bandara Husein-Terminal Ledeng. Uji coba ini pun akan dimaksimalkan supaya ke depan masyarakat bisa merasakan armada yang lebih kekinian dan memudahkan.

"Harapan saya ada dorongan dari pemerintah, terutama dan juga support anggota dan masyarakat Kota Bandung. Uji coba ini untuk mengukur durabilitas ketahanan kendaraan. Setelah kami mempersiapkan semuanya, kami butuh masukan dari para pengguna. Kemudian pada saat kami sudah lengkap seperti itu, kritik dan saran dari masyarakat kepada kami diharapkan kemudian bisa menggunakan angkutan umum kembali," pungkasnya.



(ral/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads