Suasana tenang dan damai seketika terasa ketika melangkahkan kaki ke ruang terbuka hijau (RTH) yang tersembunyi di kawasan Bandung Timur. Saat pagi baru tiba, udara di tempat ini terasa segar. Rimbunnya pepohonan yang tumbuh di sekeliling kawasan membuat suasananya semakin teduh.
Suara burung sesekali terdengar bersahutan dengan hembusan angin. Suasana tersebut membuat siapa pun yang datang seolah dapat sejenak menjauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Suasana nyaman itu bisa ditemukan di Bukit Mbah Garut, RTH milik Pemkot Bandung yang berada di Jalan Cilengkrang 1, Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berfungsi sebagai daerah resapan air untuk menampung air hujan, RTH tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana olahraga. Di sana terdapat lapangan yang cukup luas untuk kegiatan senam. Pengunjung juga dapat berlari ringan di jalur jogging yang telah disediakan.
Bagi pengunjung yang ingin sekadar bersantai, sejumlah kursi tembok tersedia di beberapa titik. Pagi dan sore hari menjadi waktu yang cukup ideal untuk menikmati suasana di tempat tersebut.
Namun, karena saat ini masih memasuki musim kemarau, pengunjung diimbau menggunakan masker untuk mengantisipasi debu yang terbawa angin.
Bukit Mbah Garut sebenarnya telah dikenal warga sejak lama. Namun, penataan kawasan tersebut baru dilakukan beberapa tahun terakhir.
Bukit Mbah Garut di Cibiru, Kota Bandung Foto: Wisma Putra/detikJabar |
Sebelum ditata kembali oleh Pemkot Bandung, kawasan ini cukup gersang akibat berkurangnya jumlah pohon. Setelah dilakukan penataan, jumlah pepohonan terus bertambah, terutama tanaman buah-buahan.
Saat detikJabar berkunjung pada Selasa (18/8/2026), beragam pohon buah tampak ditanam di kawasan tersebut. Di antaranya pohon nangka, mangga, rambutan, alpukat, dan durian. Bahkan, terdapat pula pohon kopi yang sudah berbuah.
Meski saat dikunjungi suasananya tampak sepi, warga sekitar mengatakan Bukit Mbah Garut cukup ramai pada akhir pekan. Salah satunya Neni (52).
"Kalau hari biasa memang sepi. Kalau ada pesepeda juga cuma satu dua, tapi kalau hari libur Sabtu dan Minggu banyak yang berolahraga di sini," kata Neni kepada detikJabar, Selasa (18/8/2026).
Neni membenarkan bahwa sebelum ditata oleh Pemkot Bandung, kawasan tersebut kurang terawat.
"Pohon memang ada, pohon yang sudah tumbuh lama, tapi banyak semak belukarnya juga," ujarnya.
Menurut Neni, setelah dilakukan penataan, Bukit Mbah Garut menjadi lebih nyaman untuk digunakan masyarakat.
"Sekarang sudah nyaman, tinggal menjaganya saja," katanya.
Neni pun mengingatkan pengunjung untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
"Bawa pulang lagi sampahnya, jangan nyampah, jangan mengotori kawasan ini, sayang ini sudah sangat nyaman," pungkasnya.
(wip/yum)

