5 Hal yang Bikin Seseorang Jadi Target Gigitan Nyamuk

5 Hal yang Bikin Seseorang Jadi Target Gigitan Nyamuk

Elmy Tasya Khairally - detikJabar
Rabu, 19 Agu 2026 06:00 WIB
Mosquito bloodsucking on human skin.  Belly full with blood.
Ilustrasi nyamuk (Foto: thinkstock)
Bandung -

Selama ini kita menyangka jika nyamuk mengincar darah secara acak. Namun, dari hasil penelitian, faktanya tidak demikian.

Menurut para ahli, nyamuk ternyata pilih-pilih saat mengincar darah. Hal itu menyebabkan beberapa orang tertentu bisa lebih banyak mendapatkan gigitan nyamuk, sementara yang lainnya tidak.

Para ilmuwan menduga, nyamuk mampu mendeteksi berbagai antigen yang ada di permukaan sel darah merah, tergantung pada golongan darah seseorang. Antigen ini bisa 'disekresikan' oleh sebagian orang melalui cairan tubuh, seperti air liur atau air mata. Orang dengan golongan darah O mensekresikan antigen H, prekursor antigen A dan B.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rupanya, hal ini sangat menggugah selera nyamuk. Sebab, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah ini adalah yang paling sering menjadi sasaran nyamuk.

Dikutip dari laman Healthline, sebuah studi tahun 1974 yang merekrut 102 peserta meneliti berbagai faktor individu yang bisa menarik perhatian nyamuk. Saat peneliti menganalisis hasilnya, mereka menemukan bahwa nyamuk lebih suka mengisap darah orang dengan golongan darah O.

ADVERTISEMENT

Penelitian lebih lanjut pada tahun 2019 dilakukan menggunakan alat pemakan yang berisi darah dari berbagai golongan darah untuk mengamati preferensi nyamuk. Hasilnya, nyamuk paling tertarik pada golongan darah O dibandingkan golongan darah lainnya.

Dengan demikian, orang dengan golongan darah O mungkin lebih rentan menjadi sasaran nyamuk. Namun, golongan darah bukan satu-satunya faktor yang menentukan ketertarikan nyamuk.

Faktor Lain yang Menentukan Ketertarikan Nyamuk pada Manusia

Ada beberapa faktor lain yang mengungkapkan mengapa sebagian manusia menjadi incaran nyamuk, mulai dari karbon dioksida hingga pakaian dengan warna tertentu.

1. Karbon Dioksida

Seseorang melepaskan karbon dioksida saat mengembuskan napas, meninggalkan jejak yang bisa diikuti nyamuk. Peningkatan karbon dioksida di udara bisa memberi sinyal kepada nyamuk bahwa kemungkinan ada inang di dekatnya. Nyamuk kemudian akan bergerak menuju sumber karbon dioksida tersebut.

"Jumlah CO2 yang Anda hasilkan, seperti orang dengan tingkat metabolisme tinggi, faktor genetik, dan faktor lainnya, meningkatkan jumlah karbon dioksida yang Anda lepaskan," kata profesor entomologi Jonathan F. Day, dikutip dari laman Labibible

"Semakin banyak yang Anda lepaskan, semakin menarik bagi arthropoda-arthropoda ini," tambahnya.

Sebuah studi tahun 2004 menemukan bahwa jumlah nyamuk yang tertarik pada wanita hamil lebih banyak dibandingkan dengan wanita tidak hamil. Hal ini mungkin wanita hamil melepaskan lebih banyak karbondioksida dan memiliki suhu tubuh yang lebih tinggi. Penelitian tahun 2007 menemukan bahwa nyamuk betina akan bergerak menuju sumber panas, terlepas dari ukurannya.

2. Bau Badan

Seseorang yang merasa sering dihinggapi nyamuk mungkin memiliki aroma yang lebih menarik bagi serangga ini. Salah satu faktor yang memengaruhi aroma tubuh yaitu amonia dan asam laktat.

"Asam laktat, yaitu zat kimia yang menyebabkan otot kram, juga berpotensi membuat seseorang jadi sasaran nyamuk," kata Day.

Selain itu, bakteri pada kulit dan genetika juga bisa memengaruhi bau badan.

3. Produk Perawatan Tubuh-Kulit

Dikutip dari laman Cleveland Clinic, hindari mengenakan lotion pelembab sebelum keluar rumah.

"Banyak dari produk ini mengandung asam laktat yang mengandung asam alfa-hidroksi, yang merupakan zat penarik nyamuk," kata spesialis pengobatan darurat Christopher Bazolli, MD.

Selain itu, produk perawatan tubuh yang beraroma, terutama aroma bunga yang kuat bisa menarik serangga tersebut.

"Nyamuk tertarik pada bau badan kita , tetapi mereka juga tertarik pada hal-hal yang kita gunakan untuk menutupi bau tersebut, seperti parfum atau deodoran," kata Dr Bazzoli.

4. Pakaian dengan Warna Tertentu

Day juga mengatakan bahwa nyamuk kemungkinan besar akan langsung menyerang orang-orang yang suka mengenakan pakaian gelap.

"Jika Anda mengenakan pakaian gelap, Anda akan lebih menarik perhatian karena Anda akan menonjol, sedangkan mereka yang mengenakan warna terang tidak akan terlalu menarik perhatian," katanya.

Di sisi lain, menurut penelitian yang diterbitkan pada tahun 2022 dalam jurnal nature communications, nyamuk juga tertarik pada warna oranye, merah, dań cyan (warna biru kehijauan). Jadi, pakaian apapun yang didkenakan dengan warna-warna ini bisa menarik nyamuk

"Ini mungkin menjelaskan mengapa nyamuk tertarik pada kulit manusia , karena banyak orang memiliki warna kulit yang memiliki rona merah atau merah muda," catat Dr Bazzoli.

Artikel ini telah tayang di detikHealth. Baca selengkapnya di sini.

(elk/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads