Sering baper alias terbawa perasaan? Seperti hal-hal kecil yang membuat tersinggung, sedih atau kepikiran berlebihan (over thinking).
Kondisi tersebut sebenarnya bisa dipengaruhi banyak faktor, mulai dari pengalaman hidup, pola pikir, kondisi psikologis, hingga situasi yang sedang dihadapi.
Menurut Psikolog Olahraga Dian Wisnuwardhani ada salah satu faktor mengapa seseorang bisa dikatakan gampang baper dalam menjalani hidup, yakni kurangnya aktivitas fisik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dian, hal ini karena hormon-hormon dalam tubuh yang berhubungan dengan kebahagiaan seperti endorfin atau oksitosin tidak dikeluarkan melalui aktivitas fisik.
"Kalau yang jarang olahraga, maaf, dia lebih sering sakit, lebih sering baper," kata Dian saat berbincang di detikSore, dikutip Minggu (16/8/2026).
Saat berolahraga, tubuh mengalami berbagai perubahan fisiologis. Aktivitas fisik dapat memengaruhi pelepasan endorfin serta neurotransmiter seperti serotonin dan dopamin yang berperan dalam pengaturan suasana hati.
"Kalau kita lihat orang-orang yang suka olahraga, kalau ketemu tuh mereka biasanya responsnya lebih positif karena emosinya lebih positif, lebih open minded yang saya perhatikan ya," kata Dian
Artikel ini telah tayang di detikHealth. Baca selengkapnya di sini.
(yum/yum)
