Korban Tewas Tabrakan 'Adu Banteng' di Tasik Bertambah Jadi 4 Orang

Korban Tewas Tabrakan 'Adu Banteng' di Tasik Bertambah Jadi 4 Orang

Faizal Amiruddin - detikJabar
Senin, 17 Agu 2026 20:48 WIB
Ilustrasi Kecelakaan
Ilustrasi kecelakaan (Foto: detikcom/Thinkstock/assistantua).
Tasikmalaya -

Korban meninggal akibat insiden tabrakan minibus Daihatsu Gran Max dan truk Colt Diesel di Jalan Raya Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (17/8/2026) siang, bertambah 2 orang.

Sampai malam ini, total ada 4 korban meninggal, yang semuanya merupakan penumpang minibus.

Dua korban meninggal tambahan tersebut adalah seorang perempuan dewasa bernama Rasti dan seorang anak bernama Andri Rustandi (12). Sebelumnya mereka sempat dirawat di RS Hermina Tasikmalaya, sebelum jenazahnya dibawa ke RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua korban meninggal sebelumnya terdiri dari Nurlaelah (50) dan Rasidi (52). Keempat korban ini tercatat sebagai warga Kalideres, Jakarta Barat.

ADVERTISEMENT

Para korban ini diketahui merupakan satu keluarga. Rasidi dan Rasti adalah suami istri, sementara Nurlaelah dan Andri Rustandi adalah ibu dan anak.

Dari informasi yang dihimpun, para penumpang minibus ini bertolak dari Jakarta menuju Cilacap.

Pantauan di Kamar Mayat RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya, keempat jenazah tengah dipulasara oleh petugas sembari menanti kedatangan pihak keluarga.

"Betul ini korban yang terlibat kecelakaan di Jamanis, usai kejadian 5 pasien dibawa ke RS Hermina, lalu 2 pasien dinyatakan meninggal dunia. Terdiri dari satu perempuan sekitar 50 tahunan satu lagi masih anak kecil," kata Sandi Permana, petugas ambulan yang membawa jenazah korban ke RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya.

"Jadi total yang meninggal ada 4 orang," imbuh Sandi.

Sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (17/8/2026) siang.

Insiden kecelakaan lalu lintas tersebut melibatkan tabrakan antara minibus Daihatsu Gran Max dan truk Colt Diesel hingga membuat kondisi kendaraan rusak parah.

Truk Colt Diesel terguling di tepi jalan dengan kondisi kabin hancur dan mengeluarkan kepulan asap. Sementara minibus Daihatsu Gran Max terbalik dan terperosok ke dalam kolam warga di pinggir jalan.

Sejumlah warga sekitar tampak turun ke kolam untuk mengevakuasi para korban yang terjebak di dalam mobil yang terendam air.

Saksi mata sekaligus warga setempat, Kadar, menuturkan kecelakaan ditandai dengan suara benturan keras yang mengejutkan warga sekitar.

"Tadi jalan sedang lumayan kosong, tiba-tiba saya mendengar suara ledakan keras. Setelah dicek ke lokasi, ada truk ringsek di badan jalan. Ternyata lawannya (minibus Gran Max) sudah masuk ke dalam kolam ikan di bawah jalan," ujar Kadar.

Kadar menambahkan, dirinya melihat ada sekitar enam orang korban yang berada di dalam minibus yang terendam air tersebut.

"Korbannya yang saya lihat ada enam orang. Kondisinya sangat memprihatinkan karena mobil terendam air di dalam kolam. Di antaranya ada usia dewasa dan ada juga anak kecil kira-kira usia kelas 3 SD. Sebagian korban langsung dievakuasi warga ke Puskesmas terdekat," kata Kadar.

Saksi lainnya, Rani, menduga kecelakaan tersebut terjadi akibat tabrakan dari arah berlawanan atau adu banteng.

"Saya lagi di dalam rumah, suaranya keras sekali. Kayaknya sih adu banteng antar dua mobil. Kondisi korban ada yang meninggal dunia dan ada yang luka parah," ungkap Rani.

Kanit Gakkum Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Devi Budi Radiansyah, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, kedua mobil melaju dari arah yang berlawanan.

"Iya betul ada kecelakaan jam 13.30 WIB, di wilayah Rajapolah antara dua kendaraan yang melaju dari arah Bandung dan dari arah Tasik," kata Devi.

Dia menambahkan, kecelakaan tersebut menimbulkan 2 korban jiwa dan 6 lainnya luka-luka pada saat pendataan awal di lokasi kejadian.

Penumpang minibus diduga merupakan satu keluarga, termasuk dua korban tewas yang pertama kali dievakuasi.

"Setelah dilakukan pengecekan oleh tim medis, jadi ada dua korban meninggal dunia dan 6 korban dirawat di rumah sakit," kata Devi.

"Setelah diidentifikasi datanya, semua satu keluarga. Jadi yang dari arah Tasik menuju Bandung untuk korban jiwa dan luka," kata Devi.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut. Pihak berwenang belum bisa memaparkan kronologi detail pemicu tabrakan maut itu.

"Untuk penyebab kita masih dalam penyelidikan, belum bisa memastikan apa penyebab terjadinya kecelakaan. Untuk kedua kendaraan sudah kita amankan, keduanya rusak parah," kata Devi.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Kakorlantas: Korban Tewas Kecelakaan Turun 25% saat Operasi Lilin 2025"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads