Insiden pengait bendera lepas mewarnai pelaksanaan upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di kawasan bersejarah Palagan Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Peristiwa tak terduga tersebut terjadi saat bendera Merah Putih tengah dinaikkan oleh petugas Paskibra.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, momen khidmat upacara awalnya berjalan lancar. Seluruh peserta upacara yang didominasi Aparatur Sipil Negara (ASN) berseragam batik KORPRI berdiri tegap memberikan sikap hormat sembari bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, di tengah lagu berkumandang, bendera yang sedang dinaikkan mendadak terlepas dari kaitannya pada tiang bendera. Kendati insiden tersebut terjadi, para peserta upacara tetap mempertahankan sikap hormat dan menyelesaikan lagu Indonesia Raya hingga tuntas.
Menanggapi kejadian tersebut, Camat Parungkuda Hasanudin langsung memberikan klarifikasi seusai upacara. Ia meluruskan kabar simpang siur yang menyebutkan bahwa tali tiang bendera putus.
"Tali nggak putus, pengaitnya yang lepas. Saya juga tadi memastikan ke sana, oh ternyata memang nggak ada yang putus," ujar Hasanudin saat ditemui awak media di lokasi, Senin (17/8/2026).
Hasanudin menjelaskan persiapan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) sebenarnya telah dilakukan secara maksimal jauh-jauh hari sejak pertengahan Juli, termasuk tahapan karantina, pengukuhan, hingga gladi bersih.
"Anak-anak latihan dari tanggal 15 Juli sampai hari Sabtu. Minggu mereka karantina dan kemarin pengukuhan. Gladi resik terakhir itu H-2 hari Sabtu," jelasnya.
Ia pun menegaskan bahwa peristiwa tersebut murni kendala teknis tak terduga di lapangan yang tidak diharapkan oleh siapa pun. "Betul, (masalah non-teknis). Tidak diharapkan sama sekali," ungkap Hasanudin.
Terlepas dari adanya insiden tersebut, Hasanudin mengapresiasi tingginya antusiasme serta kekompakan masyarakat Parungkuda yang hadir memadati kawasan bersejarah Bojongkokosan untuk memperingati Hari Kemerdekaan.
"Melihat antusias masyarakat luar biasa, di sini penuh semua. Masyarakatnya masih sangat kompak," pungkasnya.
(sya/orb)
