Keluarga Ungkap Keseharian Susanah, Jahit Majun Dibayar Rp 700/Kg

Keluarga Ungkap Keseharian Susanah, Jahit Majun Dibayar Rp 700/Kg

Andry Haryanto - detikJabar
Senin, 17 Agu 2026 11:15 WIB
Susanah dalam Sidang Tahunan MPR 2026
Susanah dalam Sidang Tahunan MPR 2026 (Foto: Tangkapan layar TV Parlemen)
Bogor -

Keseharian Susanah, warga Cileungsi, Kabupaten Bogor, ternyata diisi dengan dua pekerjaan. Pada pagi hari, perempuan tersebut menjahit kain majun. Setelah itu, dia melanjutkan aktivitas dengan mencuci ompreng atau wadah makanan di dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu diungkapkan Yuli, adik Susanah, saat ditemui wartawan di RT 1/4, Situsari, Cileungsi, Minggu (16/8/2026) sore.

"Dia cuma disuruh menjahit. Kuli. Dia mah kuli," kata Yuli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Susanah sebelumnya menjadi perhatian setelah disorot Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Terlepas dari penyebutan profilnya dalam forum kenegaraan tersebut. Susanah memulai aktivitas dengan menjahit kain majun. Bahan yang dikerjakannya berasal dari pakaian bekas yang telah dipotong menjadi bagian-bagian kecil.

ADVERTISEMENT

Potongan kain tersebut kemudian disusun dan dijahit menggunakan mesin listrik hingga menjadi kain lap. Pekerjaan itu dilakukan bersama sejumlah pekerja lainnya.

"Baju bekas dipotong-potong. Nanti ada sarung tangan juga," kata Yuli menjelaskan bahan yang dikerjakan kakaknya.

Dalam sistem pengerjaannya, pekerja yang bertugas menyusun kain mendapat bayaran Rp600 per ikat. Sementara Susanah bertugas menjahit kain menggunakan mesin listrik dengan upah Rp700 untuk setiap kilogram kain yang selesai dikerjakan.

Dengan hitungan tersebut, apabila Susanah menjahit 10 kilogram kain, dia memperoleh Rp7.000. Sedangkan untuk 100 kilogram atau satu kuintal, upah yang diterimanya mencapai Rp70 ribu.

"Bukan bawang. Enggak ada kupas bawang di sini. Bikin majun," kata Yuli menegaskan.

Pekerjaan menjahit majun tersebut bukan merupakan usaha milik Susanah. Usaha itu milik seorang pria bernama Ali. Susanah hanya menerima pekerjaan menjahit berdasarkan bahan dan pesanan yang tersedia.

"Punya Pak Ali. Dia cuma disuruh menjahit," tutur Yuli.

Karena menggunakan sistem borongan, pendapatan Susanah dari pekerjaan menjahit tidak selalu sama setiap bulan. Jumlah penghasilannya bergantung pada ketersediaan bahan yang sudah disusun pekerja lain.

"Kalau ada yang nyusunnya banyak, dia dapat," ujar Yuli.

Aktivitas menjahit kain majun di Cileungsi, Kabupaten BogorAktivitas menjahit kain majun di Cileungsi, Kabupaten Bogor Foto: Andry Haryanto

Menurut perkiraan keluarga, pemilik usaha dapat meminta sekitar tiga kuintal kain majun dalam sebulan. Jika seluruhnya dikerjakan oleh Susanah, upah yang diterimanya dari pekerjaan menjahit mencapai sekitar Rp210 ribu.

Namun, jumlah tersebut tidak selalu menjadi penghasilan tetap. Susanah baru bisa mulai menjahit ketika potongan kain selesai disusun oleh pekerja lain. Karena itu, banyaknya bahan yang tersedia turut menentukan jumlah pekerjaan yang diterimanya.

Setelah menyelesaikan pekerjaan menjahit pada pagi hari, Susanah kemudian melanjutkan aktivitas di dapur MBG Rawa Jeler. Di sana, dia bekerja mencuci ompreng atau wadah makanan.

"Dari pagi sampai siang. Nanti siang dia kerja cuci ompreng," kata Yuli.

Pekerjaan di dapur MBG tersebut dilakukan selama lima hari dalam sepekan. Susanah semula memperoleh upah Rp100 ribu per hari. Menurut Yuli, upah tersebut kemudian meningkat menjadi Rp110 ribu per hari.

"Kemarin seratus, terus naik seratus sepuluh. Itu per hari. Seminggu ada lima hari," ujarnya.

Pekerjaan mencuci ompreng memberikan penghasilan yang lebih teratur dibandingkan menjahit majun. Meski begitu, Susanah tetap menjalankan keduanya untuk menambah pemasukan.

Keseharian tersebut membuat Susanah harus membagi waktunya antara pekerjaan menjahit dan mencuci ompreng. Menjahit majun dilakukan sebelum dia beraktivitas di dapur MBG.

Yuli kemudian mengetahui kakaknya tengah menjadi perbincangan setelah melihat unggahan di telepon genggam. Anggota keluarga lainnya juga mulai mengirimkan video dan informasi mengenai Susanah.

"Ada ada adik saya di hape. 'Nih, si Susanah kok viral, ya,' gitu," katanya.

Bagi keluarga, Susanah sehari-hari memang bekerja untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Selain menjahit kain majun dengan sistem borongan, dia juga mencuci ompreng di dapur MBG lima hari dalam sepekan.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads