Di halaman semen Panti Sosial Aura Welas Asih, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, perayaan hari kemerdekaan bukan sekadar menaikkan selembar bendera ke pucuk tiang.
Di sudut sunyi ini, kemerdekaan adalah ikhtiar untuk menjahit kembali kepingan jiwa dan harga diri yang sempat terkoyak di jalanan. Dari tangan-tangan yang penuh welas asih, rasa kebangsaan itu dirajut perlahan melalui perhatian tulus pada hal-hal kecil.
Pemandangan menyentuh itu tersaji persis sebelum derap langkah barisan dimulai. Seorang petugas berpakaian putih bertuliskan panti sosial tampak telaten membetulkan kerah kemeja seorang warga binaan lansia, menyematkan kancingnya satu per satu hingga rapi.
Di sisi lain, petugas lain dengan sabar membantu memakaikan kemeja hitam ke seorang binaan. Tidak ada instruksi kaku, yang tampak hanyalah kelembutan menuntun raga-raga yang sempat terabaikan agar siap berdiri tegak menyongsong sang saka Merah Putih.
Di balik ketertiban barisan tersebut, ada kerja keras Agam Rahman Suparman, pekerja sosial yang telah hampir tiga tahun mendedikasikan diri di panti. Pria berpendidikan terakhir SMK ini terjun mendampingi warga binaan atas dasar panggilan jiwa.
"Karena didasari dengan rasa peduli yang tinggi dan ditambah memang saya merasa nyaman bekerja di sini," ujar Agam saat menceritakan alasannya terjun sebagai pekerja sosial kepada detikJabar, Senin (17/8/2026).
Agam menuturkan, proses latihan pengibaran bendera dipersiapkan dalam waktu yang relatif singkat bersama para warga binaan.
"Proses kurang lebih satu minggu. Karena ketika meeting itu hari Senin kemarin, jadi punya agak mepet. Jadi kurang lebih waktunya seminggu lah," ungkap Agam.
Simak Video "Pembukaan Turnamen Olahraga Kemerdekaan RI 2026 Piala Kraton Majapahit Jakarta"
(sya/mso)