Kamar mandi yang tidak memiliki ventilasi memadai cenderung terasa lembap dan pengap setelah digunakan. Karena itu, sebagian orang memilih membiarkan pintunya terbuka agar udara di dalam ruangan berganti.
Namun, sebagaimana dilansir dari detikProperti, kebiasaan tersebut ternyata dianggap kurang baik dalam feng shui. Dalam kepercayaan penataan ruang asal China ini, pintu kamar mandi justru dianjurkan tetap tertutup, termasuk setelah selesai digunakan.
Lantas, apa alasannya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Feng shui merupakan praktik tradisional China yang mengatur penataan ruang dengan tujuan menciptakan keseimbangan aliran energi di dalam rumah. Salah satu konsep penting di dalamnya adalah qi (chi), yang dipercaya sebagai energi kehidupan yang mengalir di lingkungan.
Dalam feng shui, kelancaran aliran qi di dalam rumah dipercaya dapat memengaruhi keharmonisan penghuni, kesejahteraan, hingga produktivitas.
Mengapa Pintu Kamar Mandi Sebaiknya Ditutup?
Dilansir dari House Digest, kamar mandi berkaitan dengan elemen air. Dalam feng shui, air memiliki makna positif karena dikaitkan dengan kekayaan, kelimpahan, dan keberuntungan.
Namun, keberadaan air di kamar mandi juga memiliki makna yang berbeda. Kamar mandi dianggap sebagai tempat keluarnya air dari rumah sehingga terdapat kepercayaan bahwa energi positif dan keberuntungan juga dapat ikut "terbuang".
Karena itu, praktisi feng shui menganjurkan pintu kamar mandi tetap ditutup ketika sedang digunakan maupun setelah selesai digunakan.
Anjuran tersebut bukan semata-mata berkaitan dengan bau atau kebersihan, melainkan dengan upaya menjaga aliran qi agar tetap berada di dalam rumah.
Dalam praktiknya, pintu kamar mandi yang tertutup juga dapat membantu membatasi area lembap dari ruangan lain. Air yang tercecer di lantai kamar mandi pun dapat meningkatkan risiko terpeleset dan mengalami cedera.
Bagaimana dengan Kamar Mandi Tanpa Ventilasi?
Di sisi lain, kamar mandi tanpa ventilasi memang lebih mudah lembap. Jika pintu terus ditutup setelah digunakan, udara lembap dapat terperangkap di dalam ruangan.
Karena itu, kebutuhan sirkulasi udara tetap perlu diperhatikan.
Solusinya tidak harus dengan membiarkan pintu kamar mandi terbuka. Ventilasi tambahan dapat dipasang untuk membantu mengeluarkan udara lembap. Exhaust fan juga bisa menjadi pilihan, terutama pada kamar mandi yang tidak memiliki jendela atau memiliki sirkulasi udara yang buruk.
Dengan begitu, kamar mandi tetap mendapatkan sirkulasi udara yang baik tanpa harus mengabaikan anjuran feng shui untuk menjaga pintunya tetap tertutup.
Perlu dicatat, feng shui merupakan kepercayaan dan praktik tradisional, bukan metode ilmiah yang terbukti dapat menentukan keberuntungan atau aliran energi di dalam rumah. Jadi, keputusan membuka atau menutup pintu kamar mandi sebaiknya tetap mempertimbangkan kebutuhan sirkulasi udara, kebersihan, dan keselamatan penghuni.
Artikel ini sudah tayang di detikProperti, selengkapnya di sini
(aqi/dir)
