Tom Rahill membuktikan usia bukan halangan untuk berburu piton Burma di Florida. Pria 69 tahun itu menjadi juara Florida Python Challenge 2026 setelah menangkap 96 ekor ular dalam kompetisi tahunan untuk mengendalikan populasi piton invasif di Florida Selatan.
Rahill bukan pendatang baru dalam perburuan piton. Selama lebih dari dua dekade, mantan pengusaha teknologi informasi itu telah membantu menyingkirkan piton dari wilayah Florida Selatan. Ia awalnya bekerja sebagai sukarelawan sebelum kemudian menjadi kontraktor untuk South Florida Water Management District.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun ini, sebagaimana dilansir dari detikInet, Rahill harus berjuang dengan kondisi fisiknya. Ia mengalami sakit punggung, cedera lutut, dan baru menjalani operasi pinggul. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya mundur.
Justru, ia menyiapkan strategi khusus untuk kompetisi tahun ini.
Untuk pertama kalinya, Rahill menggunakan sepeda listrik bersama rekan berburunya. Mereka mengendarai sepeda tersebut menuju bagian dalam Everglades National Park melalui jalur hutan tua yang sudah ditutup untuk kendaraan.
Sepeda listrik membuat perjalanan mereka lebih mudah dan memungkinkan Rahill mencapai lokasi yang sulit dijangkau dengan berjalan kaki.
Strategi tersebut berbuah hasil. Rahill berhasil membawa pulang hadiah utama sebesar USD 10.000 atau sekitar Rp 179 juta setelah menjadi peserta dengan tangkapan piton terbanyak.
"Saya hanya bisa berburu selama sehari penuh. Postur saya sudah bungkuk. Saya sudah merencanakannya selama berbulan-bulan," kata Rahill.
Temukan Sarang Berisi Puluhan Bayi Piton
Momen penentu kemenangan Rahill terjadi ketika ia menemukan sarang berisi puluhan telur piton.
Ia bersama rekannya, Rahm Levinson, menemukan telur-telur tersebut dan melihat bayi-bayi piton mulai keluar dari cangkangnya. Mereka kemudian bergerak cepat memasukkan ular-ular itu ke dalam kantong.
Namun, menangkap bayi piton bukan perkara mudah. Ular-ular tersebut memiliki gigi tajam yang bahkan dapat digunakan untuk merobek kain dan membantu mereka keluar dari telur.
Karena itu, Rahill dan rekannya harus membungkus kantong berisi ular hingga tiga lapis agar tidak jebol.
Dari sarang tersebut terdapat 98 telur. Dua telur tidak menetas sehingga total bayi piton yang berhasil diamankan mencapai 96 ekor.
Jumlah itulah yang kemudian mengantarkan Rahill menjadi juara.
Rekannya, Levinson, juga membawa pulang hadiah. Ia mendapatkan USD 1.000 setelah menjadi pemenang kategori piton terpanjang di divisi profesional.
Perburuan bahkan berlangsung hingga malam. Setelah operasi penangkapan tersebut, salah satu sepeda listrik yang mereka gunakan mengalami kerusakan.
Saat itu waktu sudah mendekati tengah malam. Mereka masih harus membawa seekor piton berukuran besar sekaligus sekantong bayi piton untuk keluar dari kawasan tersebut.
Akhirnya, mereka mendapatkan tumpangan truk untuk meninggalkan lokasi.
Rahill Sumbang 35 Persen dari Total Tangkapan
Florida Python Challenge 2026 diikuti 907 peserta yang berasal dari 30 negara bagian Amerika Serikat, Kanada, dan Vietnam.
Secara keseluruhan, para peserta berhasil menyingkirkan 280 piton Burma selama kompetisi.
Artinya, 96 piton yang ditangkap Rahill menyumbang sekitar 35 persen dari total tangkapan seluruh peserta.
Jumlah tersebut juga menunjukkan betapa sulitnya kompetisi tahun ini. Pemenang kedua kategori profesional, Christina Kraus, hanya menangkap 36 piton. Sementara Taylor Stanberry, juara utama pada 2025, menempati posisi ketiga dengan 34 ekor.
Bagi Florida, perburuan ini bukan sekadar kompetisi. Piton Burma merupakan spesies invasif yang menjadi ancaman bagi satwa asli Everglades.
Rahill sendiri telah lama terlibat dalam upaya pengendalian populasi ular tersebut. Pada 2008, ia mendirikan organisasi nirlaba Swamp Apes untuk mengajak para veteran dan petugas tanggap darurat melakukan berbagai aktivitas luar ruangan, termasuk membantu perburuan piton.
"Pekerjaan kami belum selesai. Setiap piton yang disingkirkan merupakan kemenangan satwa liar asli Florida," kata Koordinator Florida Fish and Wildlife Conservation Commission (FWC), Sarah Funk.
Funk menyebut lebih dari 28.000 piton telah disingkirkan dari Everglades sejak 2000 melalui berbagai program.
Bagi Rahill, usia 69 tahun dan sejumlah masalah fisik ternyata bukan penghalang. Dengan bantuan sepeda listrik, perencanaan berbulan-bulan, dan pengalaman lebih dari dua dekade, ia justru berhasil menjadi pemburu piton paling sukses dalam Florida Python Challenge 2026.
Artikel ini sudah tayang di detikInet, selengkapnya di sini
