Viral Video Nelayan Palabuhanratu Mengeluh Tak Dilayani Beli BBM

Viral Video Nelayan Palabuhanratu Mengeluh Tak Dilayani Beli BBM

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Minggu, 16 Agu 2026 10:53 WIB
Ilustrasi Pengisian Bensin di SPBU Pertamina
Ilustrasi SPBU. (Foto: Pertamina)
Sukabumi -

Sebuah rekaman video keluhan seorang nelayan yang mengaku ditolak saat hendak membeli bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di SPBU Dermaga Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial. Perekam video mempertanyakan alasan petugas yang menolak melayaninya, sementara deretan jeriken lain tampak mengantre di area pompa pengisian.

Perekam video tersebut diketahui bernama Fikar alias Ecol, seorang nelayan perahu asal Palabuhanratu. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB ketika dirinya hendak membeli Pertalite untuk kebutuhan melaut di perairan pinggiran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mau isi bensin, biasanya setiap pagi saya isi bensin di SPBU Dermaga, nelayan ya Pak. Cuma isi bensin paling 50 liter, banyaknya 35 liter kalau nelayan itu per satu perahu. Giliran saya mau beli di jalur motor katanya ini mah katanya dia bilang jalur motor. Kan biasanya saya ngisi di situ, di jalur motor itu. Ini jalur motor, terus saya harus ngisi di mana kata saya? Enggak ada katanya yang kerjanya, dia bilang kayak gitu," kata Fikar saat dikonfirmasi, Minggu (16/8).

Fikar mengaku kesal karena melihat tumpukan jeriken lain di lokasi yang ia curigai milik pengecer atau pebisnis eceran.

ADVERTISEMENT

"Saya ngisi itu enggak banyak Kang, cuma Rp 50.000. Kalau untuk barcode ada di nelayan, cuma kan nelayan pulang dulu. Nelayan kadang titip, titip beli. Tapi ini jeriken-jeriken yang di bawah yang buat beli ada kata saya teh buat jual beli eceran pembisnis. Saya pengguna, saya pengguna gitu nelayan tapi enggak dikasih," ungkap Fikar.

"Terus yang orang-orang pembisnis itu apakah di dalamnya meureun (mungkin) ada sogok menyogok? Apa semuanya pembeli sama pegawai itu jadi pembisnis semua di lingkungan pom bensin itu kan?" sambung Fikar.

Penjelasan dan Klarifikasi Pihak SPBU

Petugas SPBU Dermaga Palabuhanratu, Agus, meluruskan kabar yang beredar dan membantah pihaknya sengaja menolak melayani nelayan. Agus menjelaskan bahwa saat kejadian tengah berlangsung pemeriksaan langsung oleh tim Pertamina terkait adanya selisih susut muatan tangki BBM.

"Jangan salah paham, justru kita bahkan sudah berbenturan dengan aturan, sudah melanggar SOP sebetulnya. Karena tadi kan ada tangki yang memang si tangki ini teh pas kita mau curahkan teh kurang, kurang 400 liter. Akhirnya datanglah orang Pertamina investigasi," jelas Agus.

"Tah (nah) investigasi itu orang Pertamina menanya, 'Ini nelayan punya surat rekomendasi enggak?' Kalau ada yang surat rekomendasi jalan, kalau enggak ada jangan, karena kita kan ter-record oleh aturan dari BPH Migas, CCTV kan sudah ter-record ke BPH Migas," tambah Agus.

Terkait deretan jeriken yang terekam dalam video, Agus memastikan jeriken tersebut merupakan milik kelompok nelayan bagan yang memang mengantongi surat rekomendasi resmi, bukan milik pengecer ilegal.

"Itu tuh nelayan semua. Memang kan lagi banyak ikan sekarang teh, lisong ya. Itu teh bagan memang. Cuman yang saya rekap di kantor adalah 10 bagan yang bersurat. Ada Bang, aman mereka mah kita kasih. Kalau pakai gerobak itu maksimal ada 10 jeriken. Memang surat rekom itu tergantung, ada yang 1.000 liter, ada yang 1.019 liter, ada yang 700 liter, itu tergantung rekomnya," bebernya.

Agus menambahkan bahwa dalam kesehariannya pihak SPBU kerap memberikan kelonggaran demi membantu nelayan kecil, kendati langkah tersebut berisiko secara aturan.

"Biasanya juga kita sering kasih, bahkan dengan kita melanggar aturannya kita pakai barcode nopol kan? Meskipun itu tidak boleh sebetulnya. Pas saya ningali (lihat), kata saya teh sok atuh konfirmasi dulu ke kantor gitu kan, jangan langsung video aja. Justru kita mah udah baik," pungkas Agus.

(sya/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads