Remaja Tasikmalaya Tewas Tabrak Tembok Saat Konvoi Bawa Sajam

Remaja Tasikmalaya Tewas Tabrak Tembok Saat Konvoi Bawa Sajam

Faizal Amiruddin - detikJabar
Sabtu, 15 Agu 2026 13:46 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Tasikmalaya -

Seorang remaja meninggal dunia usai mengalami kecelakaan di Jalan Perintis Kemerdekaan, sekitar Kampung Sengkol, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Sabtu (15/8/2026) dini hari. Korban diketahui berinisial SH (17), warga Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya.

Informasi yang dihimpun, dia mengalami kecelakaan saat melakukan konvoi sepeda motor bersama kawan-kawannya sambil mengacungkan senjata tajam. Saat itu, sepeda motor yang dikendarainya bersama remaja inisial H tersebut menabrak tembok. Akibatnya, SH meninggal dunia, sementara H mengalami patah tulang kaki.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa tersebut bermula dari aksi konvoi yang dilakukan korban bersama lima sepeda motor lainnya. Mereka melintas di kawasan Kawalu sembari mengacung-acungkan senjata tajam jenis golok.

Mereka konvoi mondar-mandir di kawasan itu. Sontak aksi ini memancing reaksi warga atau orang yang berada di sekitar lokasi. Kawanan sepeda motor berknalpot bising ini pun kemudian dihalau. Korban bersama lima sepeda motor lainnya langsung berusaha kabur.

ADVERTISEMENT

Nahas bagi SH dan H, sepeda motor jenis Suzuki FU yang dikendarainya kehilangan kendali, kemudian menabrak tembok. SH meninggal di lokasi kejadian akibat luka serius di bagian kepala.

Sementara H mengalami patah tulang kaki. Keduanya kemudian dibawa ke RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya. Aparat Polres Tasikmalaya Kota masih melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut.

Sejumlah barang bukti juga sudah diamankan, di antaranya sebilah golok yang dibawa H serta sepeda motor yang mengalami kerusakan parah akibat insiden itu.

"Iya betul ada kejadian tersebut, titik TKP-nya berada di wilayah Kawalu. Namun, untuk kronologi lengkap dan perkembangan lebih lanjut nanti akan disampaikan langsung oleh Satreskrim," ujar Pamapta 1 Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Joni Jonansa.

Pantauan di kamar mayat RSUD dr Soekardjo, Sabtu siang, aparat Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota tengah bersiap membawa jenazah SH ke RS Sartika Asih untuk dilakukan autopsi.

Kematian SH tentu saja menggoreskan luka mendalam bagi keluarganya. Mereka tak menyangka siswa kelas 12 sebuah SMA di Padakembang itu meninggal dengan cara tragis.

Paman SH, Nizam, mengatakan bahwa sebelum pergi keluar rumah dengan sepeda motor, SH mengaku hendak memasak nasi liwet dengan teman-temannya. "Tadi malam dia pergi sambil membawa beras, katanya mau "ngaliwet". Tapi malah begini kejadiannya," kata Nizam.

Dia membenarkan SH masih sekolah dan tinggal bersama ibunya. "Bapaknya sudah meninggal, itu motor punya kakaknya," kata Nizam.

Terkait insiden kejadian, Nizam mengaku belum mengetahui jelas kronologi kejadian yang menimpa keponakannya itu. "Ya memang temannya bawa golok, mungkin ikut-ikutan geng motor atau apa saya belum diberitahu polisi," kata Nizam.

(iqk/iqk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads