Kebakaran hebat menghanguskan satu unit rumah warga di Kampung Ciomas RT 06/RW 04, Desa Karangmukti, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Kamis (13/8/2026) pagi. Kebakaran tersebut diduga dipicu oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena rumah dalam keadaan kosong saat api mulai membesar. Meski demikian, bangunan rumah nyaris rata dengan tanah, serta satu unit mobil, tiga unit sepeda motor, hingga uang tunai puluhan juta rupiah ludes terbakar. Total kerugian ditaksir mencapai Rp400 juta.
Pemilik rumah, Aan Kurnia (50), mengaku sangat terkejut saat mendapat kabar rumahnya terbakar. Sebab, ia beserta keluarganya baru saja meninggalkan rumah sekitar pukul 06.30 WIB untuk berangkat kerja dan berjualan. Kebakaran itu sendiri diperkirakan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak tahu pasti karena berangkat kerja jam 06.30 WIB. Lalu ada warga yang memberi tahu anak saya, dan pas sampai di sini api sudah melahap setengah bangunan. Kemungkinan penyebabnya dari listrik. Mobil, motor, tiga kulkas, dan uang tunai Rp50 juta habis semua, tidak ada yang bisa diselamatkan," kata Aan saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (13/8/2026).
Warga sekitar yang melihat kepulan asap tebal dan kobaran api dari dalam rumah sempat panik dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Subang.
Komandan Pleton Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Subang, Yaya Sunarya, menyampaikan bahwa pihaknya langsung bergerak menuju lokasi begitu menerima laporan dari warga. Dua unit kendaraan pemadam milik Pemda Subang disiagakan dengan bantuan satu unit pemadam milik perusahaan swasta setempat.
"Awal kejadian diperkirakan dari korsleting listrik. Begitu mendapat laporan, kami langsung meluncur. Jarak tempuh cukup jauh sehingga memakan waktu sekitar 40 menit sampai di lokasi. Saat kami tiba, api sudah besar dan rumah dalam keadaan kosong ditinggal penghuninya bekerja," ujar Yaya.
Yaya menjelaskan, petugas membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk memadamkan kobaran api secara total sebelum dilanjutkan dengan proses pendinginan guna memastikan tidak ada sisa titik api.
"Kerugian diperkirakan mencapai Rp400 juta. Aset yang terbakar meliputi satu unit bangunan rumah tinggal, satu unit mobil Daihatsu Ayla, tiga unit sepeda motor, barang-barang elektronik, serta uang tunai sekitar Rp50 juta," jelas Yaya.
Api juga sempat mengancam dan hampir merembet ke rumah warga yang berada tepat di samping lokasi. Beruntung, ketgapahan petugas dan bantuan warga setempat berhasil mengisolasi kobaran api sehingga tidak meluas ke bangunan sekitar.
(yum/yum)
