Hentikan Tabur Garam! Ini Cara yang Benar Hadapi Ular Kobra

Hentikan Tabur Garam! Ini Cara yang Benar Hadapi Ular Kobra

Tim detikJabar - detikJabar
Jumat, 14 Agu 2026 06:00 WIB
Waspada Banyak Ular Masuk Rumah di Musim Hujan, Ini 8 Cara Mencegahnya
Ilustrasi ular kobra masuk permukiman warga (Foto: Hendrik Schlott/Unsplash)
Bandung -

Temuan ular kobra yang masuk ke pemukiman warga kerap memicu kepanikan luar biasa. Sifat alami kobra yang memiliki bisa (venom) berbahaya serta kemampuan menegakkan tubuh dan menyemburkan bisa membuat siapa pun refleks merasa takut.

Namun, ketika Anda dihadapkan pada situasi darurat melihat ular kobra berada di dalam atau sekitar rumah, langkah dan reaksi pertama Anda sangat menentukan keselamatan seluruh penghuni rumah.

Mengapa Ular Kobra Masuk ke Rumah?

Sebelum memahami langkah penanganannya, penting untuk mengetahui alasannya. Ular kobra, seperti Kobra Jawa (Naja sputatrix), merupakan pemburu oportunis. Mereka masuk ke area pemukiman bukan untuk menyerang manusia, melainkan untuk mencari makanan (seperti tikus atau katak) serta berlindung di tempat yang gelap, lembap, dan hangat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebiasaan manusia menumpuk barang bekas atau membiarkan sampah dapur menumpuk kerap menjadi pemicu utama datangnya tikus, yang secara otomatis mengundang kobra datang berburu.

Panik adalah reaksi pertama yang wajar saat melihat ular masuk ke rumah. Namun, perlu diingat bahwa reaksi berlebihan, teriakan, atau gerakan mendadak justru bisa membuat ular merasa terancam dan memicu serangan bertahan diri.

ADVERTISEMENT

Protokol '3 JANGAN'

Dikutip dari Tim Rescue Damkar Samarinda ada protokol '3 JANGAN' yang bisa dilakukan, apabila bertemu dengan ular kobra untuk menghindari risiko gigitan dan semburan bisa.

JANGAN Disentuh

Biarkan ular tetap di posisinya dan amati pergerakannya dari jarak aman (minimal 2 meter). Jangan sekali-kali mencoba memukul, memprovokasi, atau menyentuhnya dengan kayu pendek/tangan kosong.

JANGAN Tabur Garam

Mitos menabur garam untuk mengusir ular masih banyak dipercaya, padahal ular sama sekali tidak takut garam karena kulit sisiknya tidak sensitif terhadap zat tersebut. Daripada garam, gunakan cairan pembersih lantai beraroma tajam (seperti karbol atau karbol wangi) untuk mengganggu indra penciumannya dan mencegah mereka mendekat di lain waktu.

JANGAN Tangkap Sendiri

Jika Anda tidak memiliki keahlian herpetologi dan peralatan khusus (seperti snake hook atau tongkat penjepit), jangan pernah nekat menagkapnya sendiri. Segera hubungi petugas pemadam kebakaran atau tim rescue profesional.

Langkah Taktis Jika Menemukan Ular Kobra di Rumah

Jika ular kobra sudah telanjur berada di dalam ruangan, lakukan prosedur evakuasi mandiri berikut:

  • Evakuasi Penghuni dan Hewan Peliharaan: Segera amankan anak-anak, lansia, dan hewan peliharaan ke luar rumah atau ke ruangan lain yang aman.
  • Isolasi Ruangan: Jika ular berada di satu kamar atau sudut ruangan, tutup pintu dan celah di bawah pintu menggunakan kain tebal/handuk basah agar ular tidak berpindah ke ruangan lain.
  • Amati Pergerakan dari Jarak Aman: Jika memungkinkan, awasi posisi terakhir ular dari jauh atau ambil foto/video menggunakan ponsel tanpa mendekat. Informasi visual ini akan sangat membantu tim evakuasi untuk mengidentifikasi jenis dan ukuran ular secara cepat.
  • Segera Hubungi Call Center Damkar: Kontak dinas pemadam kebakaran setempat (atau nomor darurat 112). Petugas Damkar dilatih khusus untuk melakukan evakuasi satwa berbahaya secara aman (humane rescue) tanpa membahayakan warga maupun satwa itu sendiri.

Pertolongan Pertama Jika Terkena Semburan atau Gigitan

Jika skenario terburuk terjadi dan ada warga yang terkena serangannya:

Jika Terkena Semburan Bisa (ke Mata): Segera bilas dan cuci mata dengan air bersih mengalir (water flush) sebanyak-banyaknya selama 15-20 menit untuk meminimalisasi risiko iritasi berat/kebutaan. Jangan digosok!

Jika Tergigit Ular (Sesuai Panduan WHO):

  • Imobilisasi Total: Buat anggota tubuh yang tergigit benar-benar diam menggunakan bidai atau kayu, seperti penanganan patah tulang. Langkah ini krusial untuk memperlambat penyebaran bisa melalui kelenjar getah bening.
  • Jangan Diikat Sangat Kencang / Disedot: Dilarang mengikat tubuh hingga aliran darah berhenti, dilarang menyedot luka, atau menoreh luka dengan pisau.
  • Evakuasi Cepat: Segera bawa korban ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit terdekat yang memiliki pasokan Serum Anti-Bisa Ular (SABU).
(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads