Pemicu Bentrokan Maut yang Tewaskan 7 Tentara AS, Stres Perang?

Pemicu Bentrokan Maut yang Tewaskan 7 Tentara AS, Stres Perang?

Rita Uli Hutapea - detikJabar
Rabu, 12 Agu 2026 21:47 WIB
The USS Abraham Lincoln deploys from San Diego Naval Air Station North Island in San Diego, California, U.S., January 3, 2022. REUTERS/Mike Blake/File Photo
Kapal induk AS, USS Abraham Lincoln (Foto: REUTERS/Mike Blake/File Photo)
Bandung -

Tujuh personel Angkatan Laut AS dilaporkan media Iran tewas dalam bentrokan maut yang terjadi di atas kapal induk mereka, USS Abraham Lincoln. Insiden itu dinilai mencerminkan ketegangan internal di tengah perang AS dan Iran.

Peristiwa ini disinyalir akibat semakin meningkatnya keresahan di kalangan awak kapal dan tekanan di dalam internal militer AS akibat masa pengerahan yang berkepanjangan.

Laporan soal bentrokan sengit di kapal induk AS itu, seperti dilansir Press TV, Rabu (12/6/2026), disampaikan oleh kantor berita Iran, Tasnim News Agency, yang mengutip sumber militer terpercaya. Bagaimana awal mulanya?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut laporan Tasnim, insiden tersebut bermula ketika seorang penasihat untuk Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper naik ke USS Abraham Lincoln untuk menanggapi keluhan-keluhan yang semakin meningkat dari para awak kapal induk tersebut.

Keluhan ini muncul menyusul protes yang disampaikan pihak keluarga para tentara AS terkait lamanya masa penugasan kapal induk tersebut.

ADVERTISEMENT

Penasihat CENTCOM itu disambut cemoohan dan lemparan botol air saat berbicara di hadapan para personel Angkatan Laut AS yang berkumpul.

"Penasihat tersebut disoraki dan dilempari botol air saat berbicara di depan sekelompok personel," kata sumber militer seperti dilaporkan Tasnim.

Situasi kemudian dengan cepat berubah menjadi bentrokan fisik yang ganas.

"Konfrontasi kemudian berkembang menjadi perkelahian di antara anggota kru yang melibatkan pisau dan senjata tajam lainnya, menyebabkan tujuh personel tewas dan beberapa lainnya luka-luka," ujar sumber tersebut.

Suasana di atas kapal induk AS itu dilaporkan masih tegang dan tidak menentu.

Belum ada tanggapan langsung militer AS atau Gedung Putih atas laporan media Iran tersebut.

USS Abraham Lincoln telah menjalani pengerahan selama 263 hari. Saat ini, kapal induk AS ini sedang beroperasi di Samudra Hindia, dengan misi utama menegakkan blokade laut yang diberlakukan Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

USS Abraham Lincoln sudah berada di lautan selama 208 hari berturut-turut, yang menjadi masa pengerahan tanpa henti terlama bagi sebuah kapal induk AS di era modern. Kapal induk AS ini hanya singgah sebentar di Oman pada Juli lalu.

Laporan soal bentrokan mematikan ini muncul saat kekhawatiran meningkat terkait kondisi kehidupan dan kondisi kerja yang dihadapi sekitar 5.000 pelaut dan Marinir AS di kapal induk tersebut.

Keluarga-keluarga tentara AS menyuarakan kekhawatiran mengenai kelelahan, kesehatan mental, dan dampak dari pengerahan berkepanjangan terhadap kemampuan dalam menjalankan tugas secara aman.

Sebelumnya dalam pertemuan di San Diego, AS, pekan lalu, sekitar 200 kerabat personel militer AS mengkonfrontasi Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao mengenai kondisi di dalam kapal induk tersebut dan belum adanya tanggal pasti untuk kepulangan awak kapal.

Artikel ini telah tayang di detikNews

(ita/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads