Dunia kini tengah menghadapi fenomena El Nino yang belum pernah terjadi sebelumnya. Muncul di Samudra Pasifik, peningkatan kekuatannya tergolong luar biasa hingga membuat para ilmuwan cemas mengenai dampak ekstrem yang bakal ditimbulkan saat mencapai puncaknya nanti.
Secara teknis, El Nino merupakan fenomena iklim saat suhu lautan di sepanjang Samudra Pasifik tropis tengah dan timur menjadi lebih hangat. Kondisi ini memicu efek domino yang mengacaukan pola cuaca global. Fenomena ini adalah bagian dari siklus tiga fase: El Nino (panas), La Nina (dingin), dan ENSO-Netral.
Para ahli mulai membunyikan alarm El Nino ketika suhu permukaan laut di Pasifik naik minimal 0,5 derajat Celsius di atas rata-rata jangka panjang. Lembaga National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) sendiri telah mengumumkan bahwa kita sudah melewati ambang batas ini sejak awal Juni.
Namun, El Nino kali ini bukan fenomena biasa. Kekuatannya terus berlipat ganda dengan kecepatan yang mengerikan. Pada minggu pertama Agustus, suhu di Pasifik bagian timur terpantau melonjak hingga 2,6 derajat Celsius di atas normal. Jika tren ini terus meroket, bumi akan menghadapi salah satu fase El Nino terpanas dalam sejarah peradaban.
Simak Video "Video: BMKG Prediksi El Nino Berpuncak di Desember atau Januari 2027"
(mso/mso)