Terik matahari yang menyengat di halaman Polres Cimahi siang itu tak menyurutkan langkah Lusi. Sambil menenteng erat sekarung beras, napasnya sedikit memburu, namun raut wajahnya menyiratkan kelegaan. Penantian panjang dalam antrean panjang akhirnya terbayar tunai; ia tidak pulang dengan tangan hampa.
Warga Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah ini sengaja datang untuk berburu bahan pokok dengan harga miring. Baginya, selisih harga di Gerakan Pangan Murah (GPM) ini sangat berarti dibandingkan harga yang meroket di pasar konvensional.
"Beli satu karung isi 5 kilogram, harganya lumayan lebih murah cuma Rp50 ribu. Terus tadi beli minyak goreng juga," kata Lusi saat ditemui, Selasa (11/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah kondisi ekonomi yang masih fluktuatif, komoditas seperti beras dan minyak goreng menjadi barang yang paling dicari. Kehadiran pasar murah ini menjadi oase bagi warga yang harus memutar otak demi mencukupi kebutuhan dapur.
"Pastinya sangat terbantu sekali, harganya lebih murah, di bawah yang di warung. Kalau bisa sering-sering aja karena lumayan bisa membantu meringankan pengeluaran," ujar Lusi.
Aksi nyata ini merupakan kolaborasi antara Polres Cimahi dengan Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi. Dalam satu hari saja, sedikitnya 5 ton beras disiapkan untuk memenuhi permintaan warga yang membeludak.
Kakorbinmas Baharkam Polri, Irjen Mardiyono, yang turun langsung meninjau lokasi, melihat antusiasme warga sebagai sinyal bahwa kebutuhan akan pangan terjangkau memang sangat mendesak. Tak hanya beras, warga juga bisa membawa pulang telur, daging ayam, hingga MinyaKita.
"Jadi ini merupakan peran kita dalam membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau. Sambutan dari masyarakat luar biasa berkaitan dengan penyaluran beras SPHP dan MinyaKita ini, tadi sekitar 5 ton beras kita salurkan," kata Mardiyono.
Melihat dampak positifnya, pihak kepolisian berencana menjadikan agenda ini sebagai program rutin. Meski begitu, keberlanjutannya akan sangat bergantung pada ketersediaan stok dari para penyedia komoditas.
"Insya Allah kita lakukan terus, karena memang targetnya untuk menyalurkan beras SPHP dan MinyaKita supaya tidak terjadi kelangkaan di masyarakat dan bisa menjaga stabilitas harga di wilayah," kata Mardiyono.
(dir/dir)
