5 Fakta Lumba-lumba Mati Terdampar di Pantai Pangandaran

5 Fakta Lumba-lumba Mati Terdampar di Pantai Pangandaran

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Selasa, 11 Agu 2026 09:30 WIB
Lumba-lumba yang ditemukan di Pantai Timur Pangandaran
Lumba-lumba yang ditemukan di Pantai Timur Pangandaran (Foto: Istimewa).
Pangandaran -

Seekor lumba-lumba ditemukan mati terdampar di pesisir Pantai Timur Pangandaran pada Minggu (9/8/2026). Kondisi cuaca dan faktor panasnya udara diduga menjadi penyebab lumba-lumba tersebut terdampar ke pantai.

Berikut fakta-faktanya.

1. Langsung Dikubur

Kasatpolairud Polres Pangandaran AKP M. Anang Tri Sodikin mengatakan bahwa berdasarkan hasil pengukuran morfometri, lumba-lumba yang terdampar tersebut memiliki panjang badan sekitar 1,65 meter dengan perkiraan berat 80 kilogram.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun panjang sirip depan sekitar 70 sentimeter, sirip punggung 35 sentimeter, panjang ekor 40 sentimeter, panjang kepala 40 sentimeter, serta lingkar mulut sekitar 25 sentimeter. Ia mengatakan lumba-lumba yang terdampar mati itu kini sudah dikuburkan di area Pantai Timur Pangandaran.

"Petugas sudah melakukan pengecekan ke lokasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan evakuasi terhadap lumba-lumba yang ditemukan dalam kondisi sudah mati," ujarnya, Senin (10/8/2026).

ADVERTISEMENT

2. Menepi di Musim Kemarau

Kepala BKSDA Pangandaran Kusnadi membenarkan adanya lumba-lumba yang mati tersebut. Ia menduga peristiwa ini terjadi akibat kondisi cuaca yang terlalu panas. Kusnadi menyebut bahwa fenomena tersebut bukan yang pertama kali terjadi di kawasan tersebut.

Populasi lumba-lumba di laut Pangandaran memang tidak terlalu banyak. Namun, saat musim kemarau, mereka cenderung menepi untuk mencari makan.

"Dilihat dari sejarahnya kalau habitatnya ga terlalu banyak," kata Kusnadi.

3. Makanan Melimpah

Menurutnya, mamalia laut itu tinggal di perairan Pangandaran karena ketersediaan makanan berupa ikan-ikan kecil yang melimpah.

"Kami menduga matinya lumba-lumba itu disebabkan karena mencari ikan terlalu menepi, karena ikan-ikan saat ini sedang berada di pinggir," katanya.

4. Tanpa Luka

Ia mengatakan, kematian lumba-lumba itu diduga kuat disebabkan karena terpapar cuaca yang terlalu panas, sehingga tidak siap dengan kondisi suhu airnya.

"Karena saat ditemukan tidak ada bekas jaring ataupun sayatan," ucapnya.

5. Warga Diminta Lapor

Anang mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan satwa laut yang terdampar di sepanjang wilayah pesisir Kabupaten Pangandaran.

"Respons cepat masyarakat dalam memberikan informasi diharapkan dapat membantu petugas dan instansi terkait melakukan penanganan secara tepat serta menjaga kebersihan dan keamanan kawasan pantai," ucap Anang.



(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads