Insiden Drag Race Tewaskan 8 Orang di Sulut dan Daftar Korban

Kabar Regional

Insiden Drag Race Tewaskan 8 Orang di Sulut dan Daftar Korban

Tim detikSulsel - detikJabar
Senin, 10 Agu 2026 14:45 WIB
Turnamen Drag Race Kotamobagu Championship 2026 di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut) berujung kecelakaan tragis.
Mobil peserta Drag Race Kotamobagu tabrak penonton hingga 8 orang meninggal. (Foto: dok istimewa)
Sulawesi Utara -

Delapan orang penonton drag race dilaporkan tewas di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara (Sulut). Dalam video yang beredar, korban yang luka dan tewas diakibatkan tertabrak mobil balap yang kehilangan kendali.

Saat itu, sedang digelar Turnamen Tidar Drag Race Championship 2026. Balapan tampaknya digelar di jalan raya dengan kerumunan warga di pinggir lintasan.

Tampak dalam video yang beredar, drag race tersebut hanya menggunakan pembatas seadanya. Di satu sisi menggunakan pembatas semacam tali, di sisi lainnya menggunakan pagar seadanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip detikSulsel, mobil peserta saat itu hilang kendali dan menabrak penonton. Insiden itu mengakibatkan delapan orang meninggal dunia dan sembilan lainnya mengalami luka-luka.

"Total 17 yang jadi korban, 8 sudah meninggal, 9 luka dirawat," kata Plt Kasi Humas Polres Kotamobagu AKP Joko Setiyono seperti diberitakan detikSulsel, Senin (10/8/2026).

ADVERTISEMENT

Peristiwa itu terjadi di Jalan AP Mokoginta, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu pada Minggu (9/8) sekitar pukul 15.50 Wita. Saat itu, dragster bernama Tian Ngantung dari Tim Mc Joe memasuki posisi start untuk mengikuti balapan kategori kelas FFA (Free For All).

"Namun, saat memasuki titik finis sirkuit, mobil tersebut mengalami masalah," imbuhnya.

Mobil kemudian oleng ke sisi kiri lintasan dan menabrak pagar pembatas sirkuit. Pagar itu tampaknya tak memenuhi standar keamanan sehingga ketika mobil oleng warga yang menonton di sekitarnya tertabrak.

"Ketika mobil yang dikendarai oleng ke sisi kiri sirkuit, mobil menabrak warga yang menonton di pagar pembatas sebelah kiri titik finis area sirkuit," bebernya.

Petugas medis, panitia, dan anggota Polri yang melakukan pengamanan langsung mengevakuasi para korban. Para korban dibawa ke RS Monompia dan RSUD Kotamobagu di Pobundayan.

Daftar Korban Insiden Drag Race

Mobil peserta Turnamen Tidar Drag Race Championship 2026 di Kotamobagu hilang kendali, menabrak penonton.Mobil peserta Turnamen Tidar Drag Race Championship 2026 di Kotamobagu hilang kendali, menabrak penonton. Foto: dok istimewa

Plt Kasi Humas Polres Kotamobagu AKP Joko Setiyono mengatakan total ada 17 korban dalam insiden tersebut. Para korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Monompia dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu Pobundayan.

"Total 17 yang jadi korban, 8 sudah meninggal, 9 luka dirawat," kata AKP Joko Setiyono kepada detikcom, Senin (10/8/2026).

Dari data yang diterima detikcom, sebanyak 10 korban dirawat di RS Monompia dan tiga di antaranya meninggal dunia. Sementara 7 korban dirawat di RSUD Kotamobagu Pobundayan, namun 5 orang dilaporkan meninggal.

Daftar sementara korban yang telah dievakuasi.

Dirawat di RS Monompia:

  • Harianti Mokoginta, Bilalang 3 Utara (meninggal dunia)
  • Nilawati Mokodongan, Pontodon Induk (meninggal dunia)
  • Hadi Toisi, Pangian Tengah (luka berat)
  • Ali Jojang, Bilalang 4 (meninggal dunia)
  • Murdani Pobela, Bilalang Baru (luka berat)
  • Muxin Dondo, Pontodon Timur (luka berat)
  • Arhan Mokoginta, Bilalang 3 (luka berat)
  • Rapiska Mokodongan, Genggulang (luka berat)
  • Enjelia Lito, Bilalang 3 (luka berat)
  • Prasetio Mokodongan, Pontodon (luka ringan)

Dirawat di RSUD Kotamobagu Pobundayan:

  • Lisma Mokoginta, Bilalang 3 Utara (meninggal dunia)
  • Ali Ponamon, Pontodon Induk (meninggal dunia)
  • Risna Longkun, Bilalang Baru (meninggal dunia)
  • Johar Mokoginta, Pontodon (luka berat)
  • Biyo Mokoagow, Bilalang 3 (meninggal dunia)
  • Rina Longkun, Bilalang Baru (luka berat)
  • Rugaina Manangin, Bilalang 4 (meninggal dunia).

Pendapat Pakar Keselamatan

Praktisi keselamatan berkendara yang juga anggota Kebijakan dan Advokasi Berkendara Direktorat Keselamatan Berkendara Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi perhatian dari kejadian tersebut.

"Drag race itu jelas melibatkan kecepatan, kemudian ada penonton yang rentan berada di jalan dan sepertinya itu jalan aspal yang mulus, itu juga lurus serta kendaraan jelas sudah ada modifikasinya," kata Reza kepada detikOto, Senin (10/8/2026).

Menurut Reza, memang balapan mobil yang bisa mencapai kecepatan tinggi bisa menjadi tontonan menarik bagi banyak orang. Penonton beranggapan pengemudi dan pihak lain termasuk penyelenggara sudah profesional dan memikirkan berbagai macam hal. Padahal belum tentu.

"Jadi inilah yang memicu banyak korban. Wajar para penonton tidak melihat bahaya di situ apalagi ada risikonya," ujar Reza.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads