Pelanggaran lalu lintas marak terjadi di persimpangan Jalan Pajajaran-Jalan HOS Cokroaminoto, Kota Bandung. Sejumlah pengendara nekat menerobos lampu merah hingga berhenti di tengah persimpangan demi menunggu giliran lampu hijau dari arah lain.
Pantauan detikJabar, Senin (10/8/2026) pagi, pelanggaran paling mencolok terlihat saat lampu lalu lintas dari arah barat Jalan Pajajaran dan arah utara Jalan HOS Cokroaminoto sama-sama menunjukkan warna merah.
Pada saat bersamaan, lampu lalu lintas dari arah selatan Jalan HOS Cokroaminoto menyala hijau. Kondisi tersebut seharusnya membuat kendaraan dari arah utara tetap berhenti hingga lampu lalu lintas untuk jalurnya berubah hijau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, sejumlah pengendara dari arah utara justru tetap melaju masuk ke area persimpangan. Mereka kemudian berhenti di tengah-tengah simpang dan menunggu lampu lalu lintas dari arah barat berubah hijau.
Begitu lampu dari arah barat menyala hijau, pengendara yang sudah "curi start" di tengah persimpangan tersebut langsung memacu kendaraan ke arah barat.
Aksi ini bukan hanya sekadar pelanggaran aturan, melainkan juga sangat membahayakan pengguna jalan lainnya. Pengendara dari arah yang mendapatkan lampu hijau bisa berhadapan langsung dengan kendaraan yang sebelumnya menerobos dari arah utara.
Salah seorang pengendara menilai kebiasaan buruk tersebut sangat berisiko, terutama ketika kendaraan dari arah lain mulai bergerak secara bersamaan.
"Kalau sudah lampu merah seharusnya berhenti. Kalau berhenti di tengah terus menunggu lampu dari arah lain hijau, itu kan bisa membahayakan pengendara lain," ujar Ridwan yang kerap melintas di persimpangan Jalan Pajajaran-Jalan HOS Cokroaminoto.
Menurutnya, kepatuhan terhadap lampu lalu lintas seharusnya menjadi perhatian setiap pengendara, terlebih persimpangan tersebut merupakan jalur padat yang ramai dilalui kendaraan.
"Kadang memang kelihatannya sepele karena cuma mau ambil jalan sedikit lebih cepat. Tapi kalau semua melakukan hal yang sama, persimpangan malah jadi tidak teratur dan rawan kecelakaan," katanya.
