Puluhan Tahun Nenek Ini Jual Sebotol Air Sungai Rp 13 Ribu

Kabar Internasional

Puluhan Tahun Nenek Ini Jual Sebotol Air Sungai Rp 13 Ribu

Sonia Basoni - detikJabar
Senin, 10 Agu 2026 08:00 WIB
Closeup Glass of water on table nature background
Ilustrasi air (Foto: Getty Images/iStockphoto/MonthiraYodtiwong)
Bandung -

Seorang perempuan lanjut usia berumur sekitar 80 tahun diduga menjual air keran dan air yang diambil dari sungai sebagai air mineral kemasan di kawasan luar sebuah taman satwa di Shanghai, China. Dugaan tersebut memicu perhatian luas setelah kisahnya kembali viral.

Air keran tidak selalu layak diminum secara langsung, terlebih air sungai yang berpotensi mengandung bakteri maupun zat berbahaya bagi kesehatan. Karena itu, dugaan praktik mengisi ulang air kemasan menggunakan sumber air tersebut menuai kecaman dari masyarakat.

Menurut informasi yang beredar, aktivitas itu diduga telah dilakukan selama kurang lebih tiga dekade. Kasusnya kembali mencuat setelah seorang pengunjung melaporkan pengalaman yang dialaminya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip laporan Mothership pada 4 Agustus 2027, peristiwa tersebut bermula pada 29 Juli ketika seorang wisatawan membeli dua botol air mineral dengan harga total 10 yuan atau sekitar Rp26 ribu.

Saat diminum, rasa air di dalam botol dinilai tidak seperti air mineral pada umumnya. Hal itu membuat pembeli curiga sehingga memutuskan untuk memeriksa kemasan yang dibelinya.

ADVERTISEMENT

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan perbedaan tanggal produksi pada kedua botol. Satu botol bertanggal September 2025, sedangkan botol lainnya bertanggal Februari 2024. Perbedaan tersebut memunculkan dugaan bahwa botol bekas telah digunakan kembali dan diisi ulang.

Kasus tersebut kemudian ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial di China. Sejumlah media lokal melaporkan bahwa perempuan lansia itu diduga mengisi botol bekas menggunakan air keran maupun air sungai, kemudian menjualnya sebagai air mineral bermerek.

Praktik serupa ternyata pernah terungkap sebelumnya. Pada September 2025, media di China juga memberitakan dugaan penjualan air isi ulang oleh perempuan yang sama. Saat itu, air di dalam botol dilaporkan tampak keruh dan mengandung endapan.

Walaupun sudah beberapa kali menjadi sorotan publik, aktivitas tersebut disebut masih terus berlangsung. Aparat setempat diketahui telah berulang kali memberikan teguran dan meminta perempuan itu menghentikan kegiatannya.

Namun, upaya penindakan disebut menghadapi kendala karena usia pelaku yang sudah lanjut. Laporan menyebutkan, setiap kali hendak ditertibkan, perempuan tersebut kerap merebahkan diri di jalan sehingga proses penanganan menjadi lebih sulit.

Sebagai tindak lanjut, otoritas setempat menyatakan akan bekerja sama dengan pemerintah di wilayah tempat tinggal perempuan tersebut guna mencegah praktik serupa kembali terjadi.

Artikel ini telah tayang di detikFood

(sob/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads