Deru mesin kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) biasanya identik dengan ketegangan di tengah kepulan gas air mata dan kerumunan massa aksi. Namun, pemandangan di Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber, Cianjur pada Sabtu (8/8/2026) justru sebaliknya. Kedatangan mobil raksasa milik Polres Cianjur itu disambut dengan sorak-sorai riang dan senyum lega warga setempat.
Bukan untuk membubarkan unjuk rasa, kendaraan taktis tersebut datang membawa misi kemanusiaan: menyalurkan ribuan liter air bersih. Sudah dua bulan lamanya, warga di desa ini tercekik kekeringan hebat. Sumur-sumur mengering, memaksa mereka bergantung pada aliran sungai yang keruh untuk sekadar mandi dan mencuci pakaian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antrean panjang galon, ember, hingga tandon air tampak mengular di sepanjang jalan desa, menunggu giliran diisi. Tak hanya AWC, satu unit mobil tangki juga dikerahkan untuk memastikan pasokan air menjangkau sebanyak mungkin rumah tangga. Di tengah keriuhan itu, puluhan mahasiswa yang sedang melaksanakan pengabdian masyarakat turut sibuk membantu warga mengangkat jeriken-jeriken berat.
"Alhamdulillah, akhirnya bisa mandi dengan air bersih. Selebihnya untuk masak. Dari kemarin mandi pakai air sungai," ungkap Ahmad Sanusi (60), salah seorang warga yang tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya.
Bantuan ini tidak hanya menyasar kebutuhan rumah tangga. Petugas juga mengisi penuh sumur di masjid terdekat agar aktivitas ibadah warga, terutama untuk berwudhu, tidak lagi terkendala.
Mobil AWC diturunkan untuk bantuan air bersih Foto: Ikbal Selamet/detikJabar |
Kapolres Cianjur, AKBP A Alexander Yurikho, menjelaskan bahwa pengerahan armada ini merupakan respons cepat setelah pihaknya menerima laporan masyarakat melalui layanan call center 110. Mengingat banyaknya warga yang terdampak, kapasitas mobil tangki biasa dianggap tidak mencukupi, sehingga unit AWC pun diterjunkan ke lapangan.
"Mobil AWC ini seyogyanya digunakan untuk penanganan massa saat aksi unjuk rasa yang berujung anarkis. Tapi di Cianjur kali ini kami manfaatkan AWC untuk kemanusiaan, menyalurkan air bersih pada masyarakat dengan dibantu teman-teman mahasiswa," kata Alexander.
Ia menegaskan bahwa aksi ini bukan yang terakhir. Selama bencana kekeringan masih melanda wilayah Cianjur, kepolisian berkomitmen untuk terus mendistribusikan bantuan air bersih ke titik-titik yang membutuhkan.
"Kami akan terus layani masyarakat yang memerlukan air bersih. Tidak hanya pakai truk tangki, tapi jika jalurnya memungkinkan kami akan turunkan lagi AWC seperti hari ini. Silakan lapor ke 110 untuk ajuan bantuan air bersih," tuturnya.
Selain urusan air, Polres Cianjur juga membawa tim medis untuk menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga. Langkah preventif ini diambil karena penggunaan air sungai yang tidak higienis selama berbulan-bulan berisiko memicu berbagai penyakit kulit maupun pencernaan.
"Air sungai tentu tidak steril. Makanya kami juga lakukan cek kesehatan, memastikan kondisi kesehatan warga. Jika memang ada yang sakit, segera langsung ditangani," pungkas Alexander.

