6 Fakta SDN 026 Bojongloa: Digembok Ahli Waris hingga Ditolak Warga

6 Fakta SDN 026 Bojongloa: Digembok Ahli Waris hingga Ditolak Warga

Tim detikJabar - detikJabar
Sabtu, 08 Agu 2026 09:30 WIB
Lahan untuk gedung baru SDN 026 Bojongloa ditolak warga sekitar.
Lahan untuk gedung baru SDN 026 Bojongloa ditolak warga sekitar. (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar)
Bandung -

Aktivitas belajar di SDN 026 Bojongloa kembali normal. Pasca-insiden penggembokan oleh ahli waris di sekolah yang berlokasi di kawasan Cibaduyut, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung tersebut, para siswa kini bisa kembali belajar di kelas masing-masing dengan lancar.

Namun rencana merelokasi siswa dengan membangun gedung baru yang berlokasi di kawasan Kompleks Cibaduyut Permai, mendapat penolakan dari warga. Berikut fakta-faktanya:

1. Didatangi Walkot Farhan

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan datang langsung ke sekolah usai insiden penggembokan. Di sana, Farhan memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) harus kembali berjalan normal tanpa terpengaruh oleh masalah sengketa lahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang sudah biasa lagi, ke depan insya Allah hasil koordinasi sama Pak Wali untuk menyelamatkan siswa," kata Kepala SD Negeri 026 Bojongloa, Agus Mohamad Fajari, Jumat (7/8/2026).

ADVERTISEMENT

Rencananya, kata Agus, proses belajar siswa SDN 026 Bojongloa akan direlokasi ke SDN 148 Cibaduyut. Opsi ini akan dimatangkan terlebih dahulu supaya tidak mendapat penolakan dari pihak mana pun.

"Akan dipindahkan ke SDN 148 nanti secara bertahap. Kita akan rapat dulu dengan orang tua, kemudian orang tua di sana juga (SDN 148) harus mengadakan rapat dulu, jadi supaya tidak terjadi penolakan," ungkapnya.

2. Pengamanan Diperketat

Selain itu, proses pengamanan juga bakal diperketat di SDN 026 Bojongloa. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi terjadinya insiden penggembokan kembali di masa mendatang.

"Tadi Pak Wali sudah mengatakan, dengan sekarang ini Pak Camat akan mengerahkan Satpol PP termasuk kepolisian untuk menjaga karena dikhawatirkan ada penggembokan lagi," ujarnya.

3. Bakal Direlokasi

Farhan menawarkan solusi agar proses belajar mengajar di sekolah tersebut tetap berjalan lancar pascainsiden penggembokan oleh ahli waris, yakni dengan memindahkan para siswa. Namun hal itu tidak akan berjalan mudah.

Opsi yang disiapkan Farhan adalah relokasi sementara bagi 945 siswa SDN 026 Bojongloa. Ratusan pelajar tersebut nantinya akan dipindahkan ke SDN 148 Cibaduyut agar kegiatan belajar mengajar kembali normal.

"Saya sebagai Wali Kota akan pasang badan. Saya akan minta kepada pemenang perkara ini, yaitu ahli waris keluarga Hamim agar bisa memberikan tenggang waktu kepada kami melakukan proses (relokasi)," ungkapnya.

"Kita akan mulai secara perlahan, secara gradual, bertahap, memindahkan kelas anak-anak di SD 026 ini ke SD 148. Kita butuh waktu sekitar 2 sampai 3 minggu. Jadi para Ibu, harap maklum. Karena bagaimanapun juga ada ketentuan hukum yang harus kita patuhi. Tetapi kita pun akan memastikan bahwa kepindahannya nanti berjalan dengan lancar," tambahnya.

4. Warga Menolak

Setelah kalah di persidangan hingga tingkat Peninjauan Kembali (PK), Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bergerak cepat menyiapkan lahan pembangunan gedung baru yang berlokasi di kawasan Kompleks Cibaduyut Permai.

Namun, opsi tersebut nyatanya menemui jalan buntu. Warga setempat secara terang-terangan menolak rencana pembangunan gedung baru SDN 026 Bojongloa. Alasan utamanya, warga merasa keberatan dan terganggu dengan potensi kebisingan yang akan muncul di lingkungan mereka.

Aksi penolakan ini pun sampai ke telinga Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Orang nomor satu di Kota Bandung tersebut memastikan akan pasang badan agar proses pembangunan gedung baru SDN 026 Bojongloa tetap berjalan demi kepentingan pendidikan.

"Kami sudah punya lahan penggantinya, namun ternyata ada penolakan dari warga sekitar lahan pengganti tersebut. Jadi kami sekarang sedang membicarakan, bermusyawarah dengan warga di lahan tersebut untuk pembangunan sekolah. Saya sebagai Wali Kota pasang badan," kata Farhan.

5. Alasan Warga Menolak

Rencana pembangunan gedung baru SDN 026 Bojongloa, Kota Bandung, ditolak warga. Alasannya, warga yang tinggal di RW 02 Kompleks Cibaduyut Permai khawatir akan kebisingan akibat keberadaan sekolah tersebut.

"Kami sebagai warga di sini sudah lama menginginkan ketenangan. Kedua, di sini kan sudah banyak sekolah. Ada SMP, di tengah kompleks kami ada SD, ada TK. Jadi lengkap," kata Sutrisno Nasuhi (72), warga setempat.

Sutrisno menyatakan selama ini warga tidak pernah diajak bicara mengenai rencana pembangunan gedung baru SDN 026 Bojongloa. Mereka baru mengetahui rencana pembangunan beberapa pekan lalu dari pihak kelurahan.

"Terus terang kami menolak, dengan kondisi kami yang sudah sepuh-sepuh di sini. Perumahan ini kan sudah lama, dan tentu saja kami ingin lingkungan yang tenang, bersih, dan nyaman," ungkapnya.

"Bayangkan kalau ada sekolah lagi dengan tambahan sekitar seribuan siswa. Bagaimana situasi di sini? Lalu lintas saat jam masuk dan pulang sekolah pasti semakin padat. Sekarang saja sudah seperti ini," keluhnya.

6. Bebani Lingkungan

Ketua RW 02 Kelurahan Cibaduyut Kidul, Irfan Arvianto, menambahkan bahwa selama ini tidak pernah ada sosialisasi dari Pemkot Bandung soal rencana pembangunan gedung baru SDN 026 Bojongloa. Warga pun menolak rencana itu karena dianggap bakal membebani lingkungan di sana.

"Jadi bukan kami tidak peduli pendidikan, kami sangat peduli. Tapi lingkungan ini seharusnya tidak dibebani lagi oleh sekolah, bukan berarti kami tidak peduli terhadap SDN Bojongloa 026, bukan begitu. Tetapi saat ini yang bisa kami lakukan adalah menolak terlebih dahulu," katanya.

"Yang bisa kami lakukan ya itu, menolak. Silakan kalau mereka mau bicara apa, mangga. Karena itu yang bisa kami lakukan sebagai warga negara yang tinggal di kompleks ini. Ini hak kami," pungkasnya.

(bba/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads