Akses Mitigasi Belum Siap, Perbaikan Jembatan Bodogol Ditunda

Akses Mitigasi Belum Siap, Perbaikan Jembatan Bodogol Ditunda

Yuga Hassani - detikJabar
Jumat, 07 Agu 2026 16:52 WIB
Kondisi jembatan overpass Bodogol penghubung antara Kabupaten Bandung dan Kota Bandung.
Kondisi jembatan overpass Bodogol penghubung antara Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. (Foto: Yuga Hassani)
Bandung -

Proyek perbaikan oprit Jembatan Overpass Bodogol di KM 146+400 Ruas Tol Padaleunyi resmi ditunda. Langkah ini diambil lantaran rencana mitigasi dampak lalu lintas selama masa pengerjaan belum menemui titik temu yang final.

Camat Bojongsoang, Kankan Barnawan Taufik, menjelaskan bahwa sedianya perbaikan dijadwalkan berlangsung mulai 3 Agustus hingga 5 Oktober 2026. Namun, demi menghindari kekacauan arus kendaraan, rencana tersebut terpaksa ditangguhkan.

"Iya ditunda sementara, karena terkait ini nih, akses mitigasi dampaknya kita belum final," ujar Kankan kepada awak media, Jumat (7/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kankan memaparkan bahwa skema lalu lintas untuk sepeda motor sebenarnya sudah terpetakan melalui sejumlah jalur alternatif. Persoalan utama justru muncul pada pengaturan kendaraan roda empat yang hingga kini belum memiliki jalur pengalihan yang memadai.

ADVERTISEMENT

"Kalau keluar dari komplek berbarengan gitu di pagi hari. Nah, itu kan belum kita perkiraan ke mana gitu larinya. Sedangkan pagi-pagi itu kan bareng kan keluarnya. Mah itu belum termitigasi, sehingga ditunda dulu," katanya.

Berdasarkan data kewilayahan, sekitar 1.000 unit mobil dari arah Bojongsoang melintasi jembatan tersebut setiap harinya. Kondisi ini diperparah dengan dimensi jalan raya di kawasan Bojongsoang yang cenderung sempit, sehingga sulit menampung limpahan kendaraan dalam jumlah besar.

"Sehingga belum terpetakan harus seperti apa mitigasi lalu lintasnya," jelasnya.

Saat ini, Overpass Bodogol menjadi urat nadi bagi sedikitnya 7.000 keluarga di Bojongsoang. Mayoritas warga mengandalkan jembatan ini untuk mobilitas harian menggunakan mobil.

"Nah, bagaimana dia pagi itu semua serentak gitu keluar, ada yang antar anak sekolah, ada yang pergi berangkat kerja. Nah, belum kita juga harus memikirkan ketika ada yang sakit misalkan, ambulans, segala macam," ucapnya.

Jika perbaikan tetap dipaksakan tanpa mitigasi yang matang, warga harus menempuh jalur memutar via Cikoneng atau Sapan dengan jarak yang berkali-kali lipat lebih jauh.

"Iya ini mah sebagai gambaran, jarak tempuh warga dari rumah ke tempat tujuan, 1,5 kilometer saja dengan melintasi overpass Bodogol. Akan tetapi, saat memutar via jalur Sapan, jarak tempuh menjadi 11 km. Sementara itu, saat memutar via jalur Cikoneng, menjadi 16 km," ungkapnya.

Sebagai solusi jangka pendek, pihak kecamatan tengah melobi Jasa Marga untuk membuka akses gerbang tol darurat. Fasilitas ini diharapkan dapat memecah kepadatan sekaligus memangkas jarak tempuh warga selama masa perbaikan.

"Warga itu berbeda dengan berangkat yang hampir bersamaan, ketika pulang, waktunya berbeda-beda. Makanya usulan kami adalah soal adanya gerbang tol darurat, untuk masuk saja," kata Kankan.

Pemerintah setempat dijadwalkan menggelar rapat koordinasi lanjutan dengan Jasa Marga pada Selasa (11/8/2026) mendatang. Fokus utama pertemuan tersebut adalah mematangkan teknis mitigasi dampak lalu lintas di sekitar Overpass Bodogol.

"Jadi, Jasa Marga mengomunikasikan dulu dengan pimpinannya. Bisa dan tidaknya mungkin nanti hari Selasa. Ketika misalkan tetap tidak bisa misalkan, ya berarti mau enggak mau kita harus berkorban 2 bulan, kan kalau itu tidak bisa. Ya tapi mudah-mudahan mah hal itu bisa dilaksanakan," ucap Kankan.

Kankan menegaskan bahwa usulan pintu tol darurat ini bersifat temporer dan hanya berlaku selama proses perbaikan oprit berlangsung.

"Kan ini da dalam kondisi darurat. Nah, itu yang kita usulkan dan belum ada jawaban dari Jasa Marganya. Kalau bisa alhamdulillah, kalau tidak bisa ya apa alasannya supaya kita menjelaskan lagi ke warga. Itu tinggal itu aja sih," pungkasnya.



(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads