Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup 5 Hari Akibat Kebakaran

Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup 5 Hari Akibat Kebakaran

Ikbal Selamet - detikJabar
Jumat, 07 Agu 2026 15:00 WIB
Gunung Gede Pangrango
Gunung Gede Pangrango (Foto: Ikbal Selamet/detikJabar)
Cianjur -

Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) memutuskan untuk menutup total aktivitas pendakian selama lima hari. Langkah ini diambil menyusul insiden kebakaran lahan yang melanda kawasan Alun-alun Suryakancana. Selain penutupan, pengelola juga memperketat penjagaan guna mengantisipasi adanya pendaki ilegal yang nekat masuk.

Humas BBTNGGP, Ade Bagja, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah fokus pada penanganan pasca-kebakaran di lokasi terdampak. Sebagai payung hukum kebijakan ini, pihak taman nasional telah menerbitkan surat edaran resmi.

"Setelah kebakaran lahan kemarin, kami terbitkan Surat Edaran Kepala BBTNGGP nomor SE.18 tahun 2026 tentang penutupan pendakian dalam rangka penanganan kebakaran di alun-alun Suryakencana di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango," ujar dia, Jumat (7/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penutupan sementara ini dijadwalkan berlangsung mulai 7 Agustus hingga 11 Agustus 2026. Selama periode tersebut, petugas akan melakukan evaluasi dan pembersihan di titik api.

ADVERTISEMENT

"Betul penutupan dilakukan selama lima hari, dimulai hari ini. Karena kami akan melakukan penanganan lebih lanjut di lokasi kebakaran," kata dia.

Ade menegaskan bahwa pengawasan di seluruh jalur pendakian akan ditingkatkan secara signifikan. Langkah preventif ini bertujuan untuk memastikan tidak ada aktivitas manusia di jalur pendakian selama proses pemulihan berlangsung.

"Pendaki yang sudah menjadwalkan untuk naik di waktu tersebut, silakan ajukan refund atau reschedule. Jangan memaksakan naik secara ilegal. Kami akan perketat pengawasan dengan menempatkan petugas di setiap jalur pendakian dan menindak pendaki ilegal," kata dia.

Terkait dampak kerusakan, pihak BBTNGGP masih melakukan pendataan di lapangan. Tim ahli juga sedang menyelidiki apakah kebakaran dipicu oleh fenomena alam atau kelalaian manusia.

"Masih tunggu laporan untuk luasan lahan yang terbakar. Begitupun penyebab pastinya apakah faktor alam atau ada faktor manusia, masih kami dalami," pungkasnya.



(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads