Menangkap ikan biasanya menjadi aktivitas yang menghasilkan uang dari hasil penjualan. Namun di Amerika Serikat, pemerintah justru rela membayar hingga USD 1.500 atau sekitar Rp26,8 juta kepada kapten kapal dan pemandu memancing untuk menangkap lele.
Program ini bukan tanpa alasan. Lele yang dimaksud adalah lele biru (blue catfish), spesies invasif yang populasinya terus meningkat dan dinilai mengancam keseimbangan ekosistem di Teluk Chesapeake, Maryland.
Lantas, mengapa pemerintah sampai mengeluarkan dana puluhan juta rupiah untuk menangkap ikan lele? Berikut penjelasannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Maryland Bayar hingga Rp26,8 Juta untuk Tangkap Lele
Departemen Sumber Daya Alam Maryland (Maryland Department of Natural Resources) meluncurkan program percontohan untuk mengurangi populasi lele biru invasif di Teluk Chesapeake.
Melalui program tersebut, kapten kapal sewaan dan pemandu memancing yang berpartisipasi akan mendapatkan penggantian biaya hingga USD 1.500 atau sekitar Rp26,8 juta untuk setiap perjalanan.
Nilai penggantian tersebut bahkan disebut bisa melebihi biaya normal satu perjalanan memancing menggunakan kapal sewaan.
Selain memberikan insentif kepada operator kapal, pemerintah juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengikuti perjalanan memancing lele biru secara gratis melalui sistem undian.
Program ini dijadwalkan berlangsung selama musim panas dan musim gugur 2026.
Kenapa Lele Diburu Pemerintah?
Berbeda dengan di Indonesia yang lele menjadi salah satu ikan konsumsi favorit, lele biru di Amerika Serikat justru dianggap sebagai spesies invasif.
Lele biru memangsa berbagai satwa asli yang hidup di Teluk Chesapeake, seperti:
Kepiting biru (blue crab)
Ikan white perch
Ikan menhaden
Akibatnya, keberadaan lele biru mengganggu rantai makanan dan mengancam kelestarian spesies lokal yang memiliki nilai ekonomi maupun ekologis.
Tak hanya itu, menurunnya populasi kepiting biru juga berdampak terhadap industri perikanan di wilayah Maryland.
Lele Biru Bisa Tumbuh hingga 37 Kilogram
Salah satu alasan lele biru sulit dikendalikan adalah ukurannya yang sangat besar. Di Maryland, rekor tangkapan lele biru mencapai sekitar 37 kilogram.
Selain tumbuh besar, ikan ini juga berkembang biak dengan cepat sehingga populasinya terus meningkat di sungai-sungai yang bermuara ke Teluk Chesapeake.
Karena dianggap membahayakan lingkungan, pemerintah Maryland tidak menerapkan batas jumlah tangkapan bagi pemancing yang ingin menangkap lele biru.
Dari Mana Asal Lele Biru?
Lele biru sebenarnya bukan ikan asli Teluk Chesapeake. Menurut Departemen Sumber Daya Alam Maryland, spesies ini diperkenalkan ke sejumlah sungai di wilayah Virginia antara tahun 1960-an hingga 1980-an.
Seiring waktu, populasinya menyebar melalui sistem sungai utama hingga akhirnya memasuki Teluk Chesapeake. Kini, keberadaan lele biru menjadi salah satu tantangan terbesar dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem perairan tersebut.
Program pembayaran kepada kapten kapal hanyalah salah satu strategi pemerintah Maryland untuk mengendalikan populasi lele biru.
Sejumlah langkah lain juga dilakukan, di antaranya:
Mendukung turnamen memancing spesies invasif.
Mengumpulkan data hasil tangkapan.
Bekerja sama dengan pelaku industri perikanan.
Berkolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah untuk mempercepat pengendalian populasi.
Melalui berbagai upaya tersebut, pemerintah berharap dampak ekologis akibat penyebaran lele biru dapat ditekan.
Senator Maryland, Angela Alsobrooks, menilai keberadaan lele biru liar telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang signifikan.
Menurutnya, spesies invasif tersebut harus dikendalikan agar tidak terus mengancam ekosistem dan perekonomian wilayah pesisir.
"Ikan lele liar invasif yang ditangkap di alam liar menciptakan ancaman signifikan dan menyebabkan kerusakan ekologis. Saya berharap dapat menghilangkan ancaman yang disebabkan oleh spesies invasif ini untuk selamanya," ujarnya.
Mengapa Lele Dianggap Hama di Amerika tetapi Populer di Indonesia?
Perbedaan ini disebabkan oleh jenis dan habitat lele yang berbeda. Di Indonesia, lele merupakan ikan budidaya yang menjadi sumber protein masyarakat dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
Sementara itu, lele biru di Amerika berkembang di luar habitat aslinya sehingga dikategorikan sebagai spesies invasif. Hewan invasif adalah spesies yang masuk ke suatu wilayah, berkembang secara tidak terkendali, lalu mengganggu keseimbangan ekosistem serta mengancam keberlangsungan spesies lokal.
Karena alasan itulah pemerintah Maryland memilih memberikan insentif kepada para pemancing sebagai salah satu cara mengurangi populasinya.
Artikel ini sebelumnya telah tayang di detikinet dengan judul "Penangkap Lele Jumbo Meresahkan akan Dikasih Duit Pemerintah". Baca artikel asli di sini.
