945 Siswa 'Dirumahkan' Buntut SDN 026 Bojongloa Digembok Ahli Waris

945 Siswa 'Dirumahkan' Buntut SDN 026 Bojongloa Digembok Ahli Waris

Rifat Alhamidi - detikJabar
Kamis, 06 Agu 2026 11:41 WIB
Pembelajaran SDN 026 Bojongloa dihentikan setelah sempat disegel ahli waris.
Pembelajaran SDN 026 Bojongloa dihentikan setelah sempat disegel ahli waris. (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar)
Bandung -

Insiden menegangkan kembali dialami di lingkungan SDN 026 Bojongloa, Kota Bandung. Kamis (6/8/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIB, sekolah yang berlokasi di Jalan Cibaduyut itu tiba-tiba disegel oleh ahli waris.

Akibatnya, 945 siswa di sana tak bisa menjalani proses belajar mengajar seperti biasa. Siswa kemudian terpaksa kembali ke rumahnya untuk menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi pagi saya dapat informasi jam 6 bahwa sekolah ini digembok katanya oleh ahli waris. Akhirnya saya laporan ke Dinas Pendidikan dan anak-anak diinformasikan untuk melaksanakan PJJ," kata Kepala SDN 026 Bojongloa Agus Mohamad Fajari.

Menurut Agus, saat kejadian, sudah ada siswa yang berada di kelas masing-masing. Namun karena situasinya tidak kondusif, pihak sekolah terpaksa menerapkan PJJ agar proses belajar tidak terganggu.

ADVERTISEMENT

"Sempat, jadi sudah ada yang di dalam ruangan dan masih ada di luar. Yang dikhawatirkan itu kan di sini itu daerah ramai, nah saya tuh takut terjadi chaos, terus takutnya terjadi kecelakaan gitu untuk anak-anak. Sehingga saya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, dibubarkan saja
anak-anak untuk melaksanakan PJJ," ungkapnya.

Gembok memang bisa dibuka sekitar pukul 07.00 WIB. Namun, proses belajar mengajar sudah tidak bisa dilaksanakan karena situasi yang tak memungkinkan.

Menurut Agus, ahli waris sama sekali tidak memberi informasi apapun terkait proses penyegelan. Saat kejadian, sempat timbul perselisihan antara guru dengan orang-orang yang melakukan penyegelan.

"Tidak ada, tidak ada informasi kepada sekolah, terutama kepada saya sebagai kepala sekolah di sini. Tadi itu jam 7 lebih gerbang ini akhirnya dibuka oleh ahli waris, juga ada insiden sih sedikit dengan guru sebelum akhirnya diperintah untuk anak-anak itu PJJ," ucapnya.

Agus mengatakan, proses PJJ rencananya akan dilakukan hingga Jumat (7/8/2026) besok sembari melihat situasi lebih kondusif. Jika situasinya belum membaik, sekolah rencananya mengalihkan proses pembelajaran ke tempat lain.

"Sementara akan dialihkan dulu kalau situasinya tidak kondusif. Tapi kalau tidak ada insiden lagi, kita akan menunggu sampai sekolah ini direlokasi," pungkasnya.

Sekadar diketahui, masalah di SDN 026 Bojongloa sempat mencuat dan menjadi sorotan pada 2024 yang lalu. Saat itu, siswa di sana hanya bisa pasrah menerima kenyataan lantaran tempat belajar mereka akan direlokasi karena tersandera masalah sengketa lahan.

Pemicunya terjadi karena ada sejumlah ahli waris bernama Agus Pribadi dan Tata yang mengklaim kepemilikan lahan SDN 026 Bojongloa ke pengadilan pada 2017 silam. Setelah perkaranya bergulir hingga tingkat peninjauan kembali (PK), pada 2022, Pemkot Bandung harus merelakan lahan sekolah tersebut karena kalah mempertahankan lahannya.

Alhasil saat itu, Pemkot Bandung tak bisa berbuat apa-apa. Opsi relokasi pun terpaksa disiapkan supaya siswa SDN 026 Bojongloa bisa kembali belajar secara normal.

Disdik Kota Bandung pun memastikan telah menyiapkan ruang kelas baru untuk siswa SDN 026 Bojongloa. Pembangunan sekolah itu rencananya akan dilaksanakan di lahan yang baru setelah Pemkot Bandung kalah dalam perkara sengketa lahan.

Adapun lokasi baru sekolah itu telah disiapkan tak jauh dari bangunan lama SDN 026 Bojongloa. Sesuai perencanaan, lokasinya berada di dalam sebuah kompleks perumahan di Jalan Cibaduyut yang tak jauh dari Stasiun TVRI Jawa Barat.

(ral/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads