Parkir SOMEAH: Jurus Sukabumi Basmi Premanisme di Objek Wisata

Parkir SOMEAH: Jurus Sukabumi Basmi Premanisme di Objek Wisata

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Rabu, 05 Agu 2026 19:30 WIB
Wabup Andreas memakaikan atribut ke petugas parkir di launching Parkir Someah
Wabup Andreas memakaikan atribut ke petugas parkir di launching Parkir Someah (Foto: Istimewa).
Sukabumi -

Pemkab Sukabumi resmi meluncurkan program percontohan 'Parkir Wisata SOMEAH' untuk membasmi parkir liar dan praktik 'getok harga' di lokasi wisata. Penataan parkir ini diterapkan di kawasan pesisir Sukabumi mulai dari Palabuhanratu hingga Cisolok.

Peluncuran program percontohan (pilot project) ini dipusatkan di Pantai Istana Presiden, Palabuhanratu. Program SOMEAH yang merupakan akronim dari Sopan, Aman, Endah, dan Amanah ini mengintegrasikan seluruh instansi daerah seperti Dinas Pariwisata, Dishub, Bapenda, Dinas UMKM, serta jajaran TNI-Polri.

Wakil Bupati Sukabumi Andreas menegaskan, penataan parkir ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus mendongkrak perekonomian daerah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita launching parkir 'SOMEAH'. Ini salah satu bentuk wujud nyata bagaimana kita mengelola wisata dengan baik. Tadi perencanaannya sudah matang, insyaAllah tinggal pelaksanaannya," kata Andreas.

Ada Konsep Panca Sona & Zero Waste

Andreas menerangkan, program SOMEAH tidak cuma menyasar penataan parkir kendaraan semata. Di dalamnya juga mencakup gagasan Panca Sona, yaitu Someah ka Pengunjung, Someah ka Sampah, Someah ka Pedagang, dan Someah ka Alam.

Selain meminta pedagang agar tidak menaikkan harga (mark up*) seenaknya kepada wisatawan, pengelola kawasan wisata juga diwajibkan mengelola sampah secara mandiri (*zero waste) berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar menjelaskan penertiban ini berpatokan pada Surat Edaran Bupati tertanggal 13 April terkait izin pengelolaan parkir di luar badan jalan.

Aturan ini dibuat untuk memotong rantai tarif parkir liar yang tidak seragam saat high season.

"Faktanya hari ini di setiap titik beragam dan angkanya tidak seimbang. Wisatawan sering mengeluhkan hal ini. Maka kita tertibkan. Ke depan petugas parkir wajib pakai rompi khusus, memberikan karcis resmi, dan ada papan penunjuk tarif," tegas Ali.

Dari total 58 titik potensi parkir pantai selatan Sukabumi yang terdata (mulai dari Surade, Tegalbuleud hingga Cisolok), sebanyak 13 titik dipilih menjadi pilot project awal. Program ini juga didukung penuh aparat kepolisian yang akan melakukan penindakan terhadap aksi premanisme dan aktivitas parkir liar yang merugikan dunia wisata di Kabupaten Sukabumi.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Sempat Bertahan Hidup Sebelum Akhirnya Tewas Tertimbun Longsor di Sukabumi"
[Gambas:Video 20detik] (sya/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads