Kabar Internasional

Bocah Jenius yang Bernasib Tragis di Masa Tua

Tim detikInet - detikJabar
Selasa, 04 Agu 2026 05:00 WIB
Liu Hanqing. (Foto: Weibo)
Jakarta -

Liu Hanqing, dulu dikenal sebagai bocah jenius di China. Namun, siapa sangka, di masa tuanya, ia kini justru hidup tragis dan 'sepi'.

Liu Hanqing kini hidup sebatang kara di desa terpencil. Ia bertahan hanya dengan subsidi bulanan sebesar 400 yuan atau sekitar Rp 1 jutaan.

Lahir dari keluarga petani miskin di Taizhou, Liu yang kini memasuki usia awal 60-an, memang sudah menunjukkan kecerdasan luar biasa sejak kecil. Bayangkan saja, ia sudah mampu menghafal teks klasik dan belajar kalkulus secara otodidak saat baru menginjak usia 11 tahun.

"Saya selalu menjadi juara pertama di seluruh sekolah saat SD dan SMP," kenang Liu dalam wawancara tahun 2017 dengan Sina News seperti dikutip detikINET.

Prestasi puncaknya terjadi pada usia 16 tahun. Ia berhasil menembus Institut Teknologi Harbin dengan nilai ujian masuk yang nyaris sempurna: 398,5 dari total 400 poin. Di sana, ia mengambil jurusan pemrosesan termal.

"Nilai ini lebih dari 10 poin di atas standar nilai untuk universitas unggulan," katanya.

Pada masa itu, persaingan sangatlah gila. Dari 3,33 juta peserta ujian, hanya 280.000 orang yang diterima. Bagi seorang anak desa di awal 1980-an, masuk ke universitas top adalah sebuah keajaiban sekaligus kebanggaan luar biasa bagi kampung halamannya.

Ayah Liu bahkan menggelar pesta besar. Warga desa berkumpul mengantarkannya ke universitas menggunakan perahu, lengkap dengan tabuhan genderang yang meriah.

"Tidak ada yang menyangka phoenix emas bisa terbang dari desa kecil kita," kata kepala desa pada saat itu, dikutip detikINET dari VN Express.

Namun, segalanya berubah saat matematika mulai "mengambil alih" hidupnya. Sebagai mahasiswa termuda, Liu awalnya sangat berprestasi hingga para dosen menaruh harapan besar padanya.

Titik balik itu datang di tahun ketiga kuliah. Liu membaca tentang Chen Jingrun, matematikawan China yang berhasil memecahkan sebagian dari Konjektur Goldbach-salah satu teka-teki matematika tersulit di dunia yang diajukan Christian Goldbach sejak 1742. Sejak saat itu, Liu menjadi terobsesi.




(orb/orb)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB