Viral Jukir Liar Cibodas Palak Turis, Larang Orang Arab Datang

Viral Jukir Liar Cibodas Palak Turis, Larang Orang Arab Datang

Ikbal Selamet - detikJabar
Minggu, 02 Agu 2026 11:46 WIB
Video viral pungli di Cianjur
Video viral pungli di Cianjur (Foto: Istimewa).
Cianjur -

Viral seorang wisatawan terlibat cekcok dengan juru parkir (jukir) liar setelah dimintai pungutan di kawasan Wisata Cibodas. Bahkan, oknum jukir tersebut sempat melarang wisatawan asing berkunjung ke sana.

Jukir liar yang mengenakan kaus hitam itu awalnya mendatangi wisatawan yang tengah duduk di bagasi belakang setelah memarkirkan mobilnya.

Tiba-tiba pria tersebut meminta uang untuk biaya parkir dan penitipan kendaraan di kawasan Wisata Cibodas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemilik mobil yang telah membayar tiket masuk kawasan Wisata Cibodas sudah berusaha menolak, tetapi terus dipaksa untuk membayar biaya parkir sebesar Rp 10 ribu.

"Di harep mah Pemda, urusan lain. Ieu mah penitipan parkir Rp 10 rebu. (Tiket di depan mah dari Pemda. Ini penitipan parkir Rp 20 ribu)," ujar juru parkir liar dalam video yang viral di media sosial.

ADVERTISEMENT

Saat diminta tiket parkir, pria tersebut menyebut jika dirinya tidak mengeluarkan tiket dengan dalih penitipan kendaraan.

"Urang mah teu make karcis (saya tidak pakai karcis). Dijagain sama saya sampe magrib," kata dia.

Dia juga mengancam akan mengusir wisatawan jika tidak membayar biaya parkir dan penitipan kendaraan di bahu jalan Kawasan Wisata Cibodas tersebut.

"Kabeh oge mayar, aya nu Rp 15 rebu. Lamun ente embung mayar, tong parkir didieu. Diusir ku urang. (Semua juga bayar, ada yang Rp 15 ribu. Kalau kamu tidak mau bayar, jangan parkir disini. Diusir sama saya)," tegasnya.

Bahkan jukir liar tersebut melarang wisatawan asal Timur Tengah untuk berkunjung ke Cibodas. Dia juga tidak takut jika ulahnya membuat kawasan Wisata Cibodas ditutup.

"Mending keneh Arab mah ulah ka cibodas. Ulah kadieu Arab. Urang mah atoh, ditutup ge cibodas mah atoh. (Lebih baik Wisatawan Arab atau Timur Tengah jangan main ke Cibodas. Jangan kesini. Saya senang. Ditutup juga Kawasan Wisata Cibodas saya malah senang)," ucap dia.

Bahkan Bupati Cianjur Muhammad Wahyu juga menuliskan komentar dalam beberapa unggahan terkait pungli di kawasan Wisata Cibodas dan meminta dinas terkait untuk menindaklanjutinya.

"Mohon ditindaklanjuti Disbudpar terkait kawasan wisata dan Dishub terkait Punglinya," tulis bupati dalam kolom komentar.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disbudpar Cianjur Rahmat Kurniawan mengatakan tindakan tersebut dipastikan ilegal. Pasalnya, wisatawan tidak dikenakan biaya lainnya setelah memasuki kawasan Wisata Cibodas.

"Tiket masuk di gerbang depan sebesar Rp 7 ribu sudah mencakup biaya parkir dan lainnya. Kecuali untuk ke Cibeureum atau Kebun Raya Cibodas ada biaya tiket terpisah. Tapi untuk parkir kami pastikan tidak ada biaya lagi. Jadi itu pungutan liar dan parkir liar," kata dia.

Dia mengatakan Disbudpar akan mengecek langsung ke lokasi untuk menindaklanjuti informasi adanya pungli tersebut.

"Hari ini kami akan cek ke lokasi, untuk pastikan kronologisnya," kata dia.

Dia mengaku sangat menyesalkan tindakan pria yang melakukan pungli, bahkan terkait ucapan larangan wisatawan Timur Tengah untuk tidak berkunjung ke kawasan Wisata Cibodas atau destinasi lain yang ada di dalamnya.

"Cibodas ini menjadi tujuan utama wisatawan ke Cianjur. Termasuk wisatawan asing. Tentu sangat kami sesalkan tindakannya, karena dapat berdampak pada kunjungan wisata," kata dia.

"Makanya kami akan ke lokasi untuk melakukan sosialisasi dan pencegahan. Kami upayakan agar hal ini tidak terulang. Bagi wisatawan silakan datang dan berkunjung ke kawasan Wisata Cibodas," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Momen Pelaku Pungli di Lampung Kocar-kacir Dikejar Polisi"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads