DPRD Kota Bogor Perkuat Komitmen Putus Penularan TB

DPRD Kota Bogor Perkuat Komitmen Putus Penularan TB

Tim detikJabar - detikJabar
Jumat, 31 Jul 2026 20:00 WIB
Penandatanganan komitmen pencegahan dan penanggulangan TB serta penguatan program CKG SMART di Kota Bogor.
Penandatanganan komitmen pencegahan dan penanggulangan TB serta penguatan program CKG SMART di Kota Bogor. (Foto: Istimewa)
Bogor -

Pemerintah Kota Bogor resmi mengintegrasikan pelacakan kontak (tracing) tuberkulosis (TB) ke dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) SMART. Langkah strategis ini diambil untuk mempercepat penemuan kasus sekaligus memutus rantai penularan di wilayah tersebut, dengan target menjangkau 23.200 warga di 68 kelurahan.

Komitmen penguatan layanan kesehatan ini ditegaskan dalam agenda Koordinasi, Advokasi, dan Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Grand Savero Hotel, Kota Bogor, Selasa (28/7/2026). Pertemuan ini dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, jajaran Pemkot Bogor, Forkopimda, serta para pemangku kepentingan kesehatan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Program integrasi ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kesehatan, DPRD Kota Bogor, dan berbagai elemen lintas sektor melalui penandatanganan komitmen bersama penanggulangan tuberkulosis.

Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Oktafianus, menyoroti bahwa tuberkulosis masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan nasional. Ia menekankan bahwa kendali atas penyakit ini tidak bisa hanya bertumpu pada tenaga medis.

ADVERTISEMENT

"Tuberkulosis ini tidak bisa hanya diselesaikan oleh tenaga kesehatan. Kita membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, camat, lurah, DPRD, hingga masyarakat agar penularannya benar-benar bisa diputus," ujar Benjamin.

Benjamin menambahkan, pemerintah pusat terus memberikan dukungan bagi daerah melalui penyediaan alat kesehatan, ketersediaan obat, hingga dukungan pembiayaan untuk memastikan investigasi kontak berjalan efektif bersama program CKG.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Zenal Abidin, memastikan pihaknya akan mengawal percepatan eliminasi TB melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan agar sinergi dengan pemerintah pusat berjalan optimal.

"DPRD Kota Bogor akan terus menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan guna mendukung program-program kesehatan agar berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Zenal.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim memaparkan bahwa meski angka harapan hidup di Kota Bogor melampaui rata-rata nasional, kepadatan penduduk tetap menjadi faktor risiko tinggi dalam penyebaran penyakit menular seperti TB.

"Kehadiran Pak Wamen membawa program untuk eliminasi TB. Saya berharap bantuan yang diberikan dapat ditingkatkan sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat Kota Bogor," kata Dedie.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Erna Nuraena, menjelaskan bahwa penggabungan investigasi kontak dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis merupakan strategi baru untuk memperluas jangkauan deteksi dini di masyarakat.

"Hari ini kita mencanangkan tracing TB yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis atau CKG SMART. Pelaksanaan akan menjangkau 23.200 sasaran di 68 kelurahan," ungkapnya.



(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads