Kepulangan Diki Akbari mengakhiri kecemasan yang sempat menyelimuti keluarganya. Driver ojek online (ojol) yang dilaporkan hilang usai mengantar pesanan makanan di kawasan Dago, Kota Bandung itu akhirnya kembali ke rumah, setelah beberapa hari berjuang sendiri di tengah himpitan persoalan ekonomi.
Diki Akbari sudah dilaporkan menghilang pada Sabtu (24/7) malam. Driver ojol asal Bojong Koneng, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, tak kunjung pulang ke rumah setelah terakhir kali mengantarkan pesanan makanan ke pelanggannya.
Alhasil, kondisi itu membawa kecemasan bagi pihak keluarga. Apalagi selama ini, Diki menjadi sosok tulang punggung utama keluarga mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak keluarga pun saat itu telah menempuh berbagai cara demi menemukan keberadaan Diki. Mulai dari menghubungi kerabat hingga sanak saudara, namun upaya tersebut selalu menemui kebuntuan.
Di saat keluarga sudah pasrah dengan keadaan, keberadaan Diki akhirnya menemukan titik terang. Kamis (30/7/2026), Diki berhasil ditemukan dan akhirnya bisa kembali ke keluarganya.
Kabar ini pertama kali dikonfirmasi Kapolsek Cibeunying Kidul Kompol Yadi. Yadi menyebutkan, setelah dilakukan pencarian oleh petugas dan keluarga, Diki pulang sendiri ke rumahnya di Bojong Koneng, Kota Bandung.
"Alhamdulilah sudah ketemu. Pulang ke rumahnya sendiri," kata Yadi via pesan singkat, Kamis (30/7/2026).
Yadi lantas menjelaskan kronologi dalam kejadian ini. Pelaporan kehilangan Diki dilakukan oleh istrinya, Arni Mardiani, Senin (27/7) lalu.
"Pada hari ini, Kamis, 30 Juli 2026 pukul 09.00 wib Diki Akbari sudah pulang dalam keadaan sehat," kata Yadi.
Yadi mengungkapkan, pada Sabtu (25/7) malam sekitar pukul 21.00 WIB Diki meninggalkan rumah pamit untuk mengantarkan orderan dari salah satu platform ojol. Diki kemudian mematikan telepon genggamnya untuk mencari orderan.
"Setelah mengantarkan orderan Diki mencari orderan di sekitaran Gor Saparua dan Dago. Pukul 23.00 WIB, Diki mematikan HP karena aplikasinya bukan prioritas sehingga memutuskan mencari orderan di pinggiran Kota Bandung tujuannya untuk menaikkan history order," ungkapnya.
Karena orderan sepi dan Diki terdesak kebutuhan hidup, ia memilih tidak pulang dan mencari pekerjaan lain. Tujuan Diki saat itu berangkat ke wilayah Bandung Timur.
"Pada Tanggal 26-28 Juli 2026 Diki, memutuskan untuk pergi ke daerah Bandung timur yaitu ke Ujungberung, Cilengkrang, Cileunyi dan Rancaekek untuk mencari pekerjaan dan mendapatkan uang tambahan untuk membayar tagihan setiap bulannya," tuturnya.
Singkat cerita, pada 29 juli 2026, Diki mengadaikan HP-nya kepada kerabatnya Aldi di Rancaekek. Selanjutnya, pada 30 Juli 2026 pukul 09.00 WIB, Diki Akbari pulang ke rumah istrinya.
"Alasan Diki tidak memberi kabar kepada keluarga dikarnakan belum mendapatkan pekerjaan dan belum mendapatkan uang untuk melunasi tagihan sehingga dia merasa malu untuk pulang dan memutuskan untuk tidak mengabari kepada Istrinya," pungkasnya.
