Kecelakaan beruntun maut terjadi di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, tepatnya di kawasan Leuwipanjang pada Rabu (29/7). Insiden tragis ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan satu lainnya mengalami luka berat.
Tabrakan beruntun ini melibatkan kendaraan dalam jumlah banyak, yakni satu unit truk, tiga unit minibus, tiga unit motor, tiga unit gerobak, serta satu sepeda kayuh yang dikendarai oleh korban meninggal dunia.
Kanit Lantas Polsek Bojongloa Kidul, Ipda Anto mengungkapkan, dugaan awal kecelakaan ini dipicu oleh truk pengangkut gas yang melaju tidak terkendali. Sopir truk tersebut diduga kuat mengantuk sehingga kendaraan oleng ke arah kiri dan kanan.
"Informasi awal kendaraan truk pengangkut gas diduga mengantuk berjalan oleng begitu ke kiri dia menyerempet kendaraan yang sedang parkir dan saat ke kanan menabrak pengendara sepeda hingga akhirnya meninggal di tempat dan kendaraan di depannya," kata Anto.
Anto merinci, korban meninggal dunia telah dievakuasi ke rumah sakit. Begitu pula dengan korban luka yang membutuhkan perawatan medis darurat segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Korban satu meninggal dunia pesepeda di bawa ke RSHS, satu lainnya luka dibawa ke rumah sakit Bandung Kiwari," tambahnya.
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung AKP Fiekry Adi Perdana menyebutkan identitas dua korban utama dalam peristiwa ini. Korban meninggal dunia berinisial WP yang merupakan pengayuh sepeda, sedangkan korban luka berat berinisial BR, seorang penjual bakso tahu.
Fiekry menjelaskan kronologi kejadian bermula saat truk pengangkut LPG yang dikemudikan AS melaju dari arah timur (Moh. Toha) menuju barat (Kopo). Sopir truk diduga mengalami kondisi micro sleep saat berkendara.
"Setibanya di TKP pengemudi microsleep (tertidur tiba-tiba dalam waktu singkat), menabrak kendaraan yang sedang terparkir dan korban WP yang meninggal dunia di tempat," katanya.
Saat ini, pengemudi truk berinisial AS telah diamankan oleh pihak kepolisian ke kantor Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Sudah kita amankan, sopir juga kita mintai keterangan lebih lanjut. Sudah kita bawa ke Unit Gakkum Polrestabes," pungkasnya.
(wip/orb)